51动漫

51动漫 Official Website

Kenali Bahaya Penyakit Campak pada Anak serta Cara Pencegahannya

Dr Dominicus Husada dr DTMAH MCTM(Tp) SpA (K) pada gelaran Dokter UNAIR TV, Jumat (27/1/2023). (Sumber foto: YouTube Dokter UNAIR TV)

UNAIR NEWS – Baru-baru ini, sejumlah provinsi di Indonesia melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) atas tingginya penularan penyakit campak. Berdasarkan data yang dihimpun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), di awal tahun ini ditemukan peningkatan kasus campak yang hampir mencapai 32 kali lipat atau sekitar 3.341 kasus.

Tingginya angka temuan kasus campak ini merupakan akibat dari rendahnya capaian imunisasi selama pandemi Covid-19. 淪elama 2-3 tahun, beberapa kegiatan kesehatan tidak bisa berjalan terutama imunisasi entah karena Posyandu tutup atau orang takut bepergian sehingga cakupan imunisasi di seluruh dunia termasuk di Indonesia menurun tajam, tutur Dr Dominicus Husada dr DTMAH MCTM(Tp) SpA (K) pada gelaran Dokter UNAIR TV bertajuk Kenali dan Cegah Campak pada Anak, Jumat (27/1/2023).

Penyakit campak, lanjut dr Domi, merupakan penyakit menular berbahaya yang disebabkan oleh virus campak. Virus ini menduduki urutan kelima sebagai virus yang paling banyak merenggut nyawa anak di seluruh dunia, yakni sekitar 700.000 anak setiap tahunnya. Campak selalu ditandai dengan demam, batuk-pilek, mata memerah, serta munculnya bercak merah (ruam) pada kulit.

淐ampak menular dengan droplet tetapi berbeda dengan Covid-19 sebelum era Omicron, campak ini jauh lebih berbahaya. Jadi, campak ini kalau ada 1 anak sakit, secara rata-rata dia telah menulari 19 orang, ungkap dr Domi. Angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan virus Covid-19 varian Delta yang mana 1 orang dapat menulari 6-8 orang.

dr Domi mengatakan, penyakit campak dapat menghilangkan sistem pertahanan tubuh si penderita yang mana hal ini dapat terjadi hingga bertahun-tahun. Dalam jangka panjang pun, virus campak dapat teraktivasi kembali serta bisa menyerang sistem saraf penderitanya.

淥rang yang kelihatannya sembuh tapi virusnya masih bersemayam dalam tubuh. Terus nanti (virusnya, Red) bangun lagi 8-9 tahun, menimbulkan kejang dengan semua gejala-gejala persarafannya dengan angka kematian hampir 100 persen, tegas dr Domi.

Pentingnya Imunisasi

Pada kesempatan itu, dr Domi juga menekankan pentingnya imunisasi sebagai upaya utama pencegahan penyakit campak. Pasalnya, sebagaimana penyakit-penyakit lain yang telah ditemukan vaksinnya, faktor risiko terbesar penyakit ini adalah tidak diperolehnya dosis vaksin campak.

淥rang yang divaksin kalau terima dua kali vaksin campak, maka perlindungan dia itu 100 persen walaupun tidak benar-benar 100 persen. Tapi perlindungan sangat baik, tutur Kepala Divisi Ilmu Infeksi dan Pediatri Tropis, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr Soetomo itu.

Di Indonesia, vaksin campak diperuntukkan bagi anak-anak yang sehat karena bertujuan untuk pencegahan. Namun begitu, vaksin ini juga tetap diberikan kepada orang yang pernah terkena campak dan belum pernah divaksin sebelumnya dengan beberapa pertimbangan.

淧ertama, dan ini yang membuat vaksinasi menjadi sangat penting, kedokteran sampai hari ini tidak mampu menjawab semua masalah. Salah satunya kita tidak punya obat untuk membunuh virus campak. Maka yang kita berikan itu upaya-upaya pengamanan, pungkas dr Domi di akhir sesi. (*)

Penulis: Agnes Ikandani

Editor: Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT