51动漫

51动漫 Official Website

Kendala online-learning bagi Mahasiswa Farmasi di Indonesia

IL by Codemi

Pandemi Covid-19 yang melanda beberapa negara di dunia, berdampak pada hampir semua sektor kehidupan termasuk pendidikan sebagai akibat kebijakan lockdown oleh pemerintah. Kebijakan lockdown ini diambil dalam rangka membatasi pertemuan fisik antar manusia untuk mencegah penularan Covid-19 secara masif. Kondisi ini merubah kegiatan rutin sehari-hari, seperti pekerjaan kantor harus dilakukan di rumah, proses pembelajaran yang seharusnya dilakukan di kampus, menjadi pembelajaran online yang dikenal dengan istilah e-learning. Online learning di masa pandemi harus dilihat sebagai sistem pendidikan cadangan untuk keberlangsungan proses pembelajaran.

Perubahan dalam berbagai kegiatan dari partisipasi fisik menjadi aktivitas online sebagai akibat COVID-19 berkontribusi pada perubahan mobilitas manusia. COVD-19 telah mendorong terjadinya fenomena 渕obilitas virtual.  Penggunaan internet, penggunaan media sosial, dan penggunaan smartphone dinilai sangat penting terutama selama COVID-19. E-learning sebenarnya telah ada selama beberapa dekade, terutama di negara maju, walaupun tidak menjadi pilihan metode pembelajaran utama. E-learning, atau pendidikan jarak jauh  mengacu pada metode penyebaran konten dan pembelajaran cepat melalui penerapan teknologi informasi. Amerika Serikat adalah tempat kelahiran elearning. Setelah tahun 1998, telah menyebar ke seluruh dunia, dan berkembang pesat dari Amerika utara dan Eropa hingga Asia.

Proses pelaksanaan pembelajaran online menimbulkan beberapa masalah. Misalnya, dalam pengajaran online konten dan metode penyampaian sama dengan pembelajaran tatap muka, interaksi antara pengajar dan anak didik yang kurang, dan hasil pengajaran yang kurang optimal. Pada saat yang sama beberapa anak didik, karena kurangnya kontrol diri dan kemampuan belajar mandiri, serta kurangnya pengawasan orang tua, pembelajaran online menjadi tidak memuaskan. Pandemi COVID-19 telah menghidupkan kembali kebutuhan akan elearning, bahkan menjadi pilihan metode utama, pada bidang pendidikan di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Pendidikan online merupakan salah satu metode pendidikan yang penting pada masa pandemi Covid-19. Wabah COVID-19 yang tiba-tiba telah menyebabkan perubahan cepat pada proses  pengajaran dan pembelajaran, juga telah menyebabkan kebingungan besar pada mahasiswa terkait proses pembelajaran, terutama mahasiswa pada fakultas yang membutuhkan ketrampilan seperti Farmasi dan Kedokteran.

Hasil penelitian terhadap mahasiswa Farmasi di seluruh Indonesia ditemukan beberapa kendala yang di hadapi mahasiswa ketika mengikuti pembelajaran online atau e-learning dapat disajikan sebagai berikut. Hasil penelitian didapatkan 84,6% responden menyatakan elearning berrmanfaat dan merupakan solusi terbaik pada saat pandemi covid-19. Hal ini terjadi karena tidak ada pilihan lain bagi mahasiswa dan dosen untuk tidak melakukan elearning, mengingat semua perkantoran harus menjalankan work from home (WFH), sementara perkuliahan harus tetap berjalan. Mahasiswa terpaksa harus menerima kenyataan dan berpersepsi positif terhadap pembelajaran jarak jauh karena tidak memungkinkan lagi dilakukan pembelajaran tatap muka di era pandemi covid 19 ini.

Kepuasan mahasiswa terhadap pelaksanaan elearning dan materi yang disampaikan, termasuk terhadap dosen yang menyampaikan antara yang merasa puas dan yang tidak puas hampir sama yaitu hanya selisih 0,4% untuk pelaksanaan elearning, sementara untuk meteri dan dosesn selisih 2,4%, masing-masing lebih banyak yang merasa puas. Terkait dengan biaya, apakah dengan perkuliahan jarak jauh lebih hemat dengan kuliah tatap muka jika ditotal semua biaya termasuk biaya pendidikan dan biaya hidup mereka. Mayoritas mengatakan tidak setuju yaitu sebanyak 67,6%, karena mereka marasa biaya yang dikeluarkan lebih besar daripada ofline. Sebenarnya kalau mahasiswa yang di rumahnya tidak terkendala jaringan, semestinya biayanya lebih murah, akan tetapi sebagian mahasiswa terutama yang tinggal di pedesaan banyak terkendala jaringan, sehingga mereka harus tetap kos di sekitar kampus atau tempat lain di kota untuk mendapatkan jaringan internet yang stabil.

Penulis: Abdul Rahem

Jurnal:

AKSES CEPAT