Kolaborasi antara apoteker dan dokter sebagai tenaga kesehatan frofesional menggambarkan kerja tim dalam menyelesaikan masalah untuk memberikan kontribusi yang signifikan bagi pasien. Kolaborasi dokter dan apoteker dalam mengangani pasien Diabetes Mellitus diperlukan untuk mengoptimalkan rejimentasi pengobatan. Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan medis secara kontinyu, untuk mencegah terjadinya komplikasi akut serta risiko komplikasi jangka panjang. Analisis kolaborasi apoteker dan dokter dalam penanganan pasien diabetes di rumah sakit unair surabaya-indonesia dilakukan untuk memperoleh gambaran kolaborasi apoteker dan dokter dalam menangani pasien Diabetes Mellitus.
Rumah sakit 51动漫 merupakan rumah sakit pendidikan bagi profesional kesehatan baik dokter maupun apoteker. Penelitian didesain secara observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian adalah seluruh dokter yang berpraktek di poli Penyakit Dalam dan apoteker yang melayani obat Diabetes Mellitus. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner kolaborasi apoteker dan dokter. Variabel yang diamati adalah karakteristik konteks dan karakteristik pertukaran yang mempengaruhi praktik kolaboratif apoteker dan dokter dalam menangani pasien Diabetes Mellitus dari sudut pandang apoteker.
Hasil penelitian menunjukkan dari karakteristik konteks diketahui komunikasi antara apoteker dan dokter jarang terjadi (93%), Dari karakteristik pertukaran diketahui pada domain kepercayaan berada pada kaatagori sedang 53,3% , hubungan inisiasi pada katagori sedang 86,7% , peran spesifikasi dokter pada karagori sedang 73,3%. Sedangkan praktek kolaborasi apoteker-dokter menurut perspektif apoteker pada katagori cukup 73,4%. Hasil Uji Regresi Linier berganda karakteristik pertukaran dan praktek kolaborasi apoteker-dokter diketahui bahwa domain kepercayaan menunjukkan nilai signifikasi 0,017< 0,05, sedangkan domain hubungan inisiasi dan peran spesifikasi menunjukkan nilai signifikansi 0,903 dan 0, 513 > 0,05. Dengan demiokian dapat dinyatakan bahwa domain kepercayaan mempengaruhi praktek kolaborasi apoteker-dokter menurut perspektif apoteker.
Kesimpulan penelitian ini adalah komunikasi antara apoteker dan dokter jarang terjadi, Karakteristik pertukaran pada domain kepercayaan, hubungan inisiasi dan peran spesifikasi pada katagori sedang . Sedangkan praktek kolaborasi apoteker-dokter menurut perspektif apoteker pada katagori cukup. Domain kepercayaan signifikan mempengaruhi praktek kolaborasi apoteker-dokter sedangkan domain hubungan inisiasi dan peran spesifikasi tidak n signifikan mempengaruhi praktek kolaborasi apoteker-dokter menurut perspektif apoteker.
Penulis: Liza Pristianty, Ibrahim Abdullah , Pradana Zaki Rhamadan, Andi Hermansah
Jurnal: 听听听





