Situasi COVID-19 di Indonesia pada tahun 2020-2021 terus menunjukkan trend yang meningkat. Pemerintah Indonesia banyak melakukan kebijakan untuk membatasi pergerakan manusia agar virus COVID-19 tidak menyebar secara massif. Namun nyatanya hingga 25 April 2021 sebanyak 44,594 orang telah meninggal karena COVID-19. Tidak hanya membuat kebijakan terkait pembatasan pergerakan masyarakat, namun pemerintah Indonesia melibatkan komunitas internasional untuk mengatasi dampak dari COVID-19 ini. Salah satunya dengan melakukan kerjasama dalam pengadaan vaksin COVID-19 yang diharapkan dapat menurunkan angka persebaran dan angka kematian akibat COVID-19.
Pentingnya Kerjasama Internasional
Selama masa pandemic, kerjasama internasional merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh banyak negara untuk melawan dampak dari COVID-19. Tidak terkecuali Indonesia, karena Indonesia membutuhkan kemampuan fasilitas kesehatan yang mumpuni dalam mengatasi COVID-19. Dengan melakukan kerjasama vaksin diharapkan dapat menurunkan angka kematian dan dapat menurunkan angka keterisian rumah sakit. Indonesia melakukan kerjasama vaksin dengan tujuan agar seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan vaksin COVID-19 baik dosis 1 maupun dosis 2. Kerjasama vaksin COVID-19 juga sudah dilakukan oleh berbagai negara di dunia. Seperti India, yang telah terlibat dengan berbagai macam kerjasama internasional dalam pengadaan vaksin. Tiongkok bahkan memberikan bantuan sebesar 500.000 dosis vaksin untuk negara-negara yang membutuhkan. Bukti bahwa vaksin bisa memberikan dampak yang positif bisa dilihat dari negara Inggris. Inggris mengutamakan agar warga lansia bisa segera mendapatkan vaksin meskipun hanya mendapatkan satu dosis vaksin, hal ini mampu menurunkan angka infeksi dan menurunkan angka kematian.
Vaksinasi tidak hanya membantu masyarakat dalam menghadapi bahaya virus korona, namun keberadaan vaksin dapat meningkatkan kualitas sistem kesehatan dalam suatu negara. Dengan adanya vaksinasi, krisis suplai kesehatan tidak akan terjadi, penuhnya rumah sakit juga tidak akan terjadi sehingga sistem kesehatan bisa cepat pulih. Meskipun dalam perkembangannya terdapat berbagai macam varian dari virus korona, efektifitas dari vaksin tetap kuat. Sebagai contoh dua dosis vaksin dari Pfizer-BioNTech bisa 94% efektif dalam menghadapi varian Alfa, dan 88% efektif dalam menghadapi varian Delta. Berbagai macam studi juga mencatat bahwa seseorang yang sudah vaksin dengan dosis lengkap memiliki kesempatan kecil dalam menyebarkan virus dibandingkan dengan yang tidak vaksin.
Kerjasama Vaksin di Indonesia
Berbagai macam kolaborasi yang telah dilakukan oleh Indonesia dalam kerjasama mengatasi COVID-19. Kerjasama dengan AS dan Australia dalam meningkatkan kemampuan sistem kesehatan, seperti peningkatan kemampuan laboratorium, menemukan kasus COVID-19, selain itu juga membantu meningkatkan penggunaan data kesehatan yang terkait dengan COVID-19, membantu menyediakan fasilitas dan alat kesehatan seperti ventilator dan lain sebagainya. Begitu juga dengan negara di Asia Timur sepert Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan yang membantu Indonesia baik secara bilateral maupun melalui ASEAN+3. Tiongkok memberikan bantuan seperti menyediakan 100,000 mesin tes PCR, 70,000 alat pelindung diri, 70,000 masker N95 dam 1,3 juta masker medis. Hal ini bertujuan agar suplai alat medis selalu tersedia dan meningkatkan kesiapan Indonesia dalam mengatasi COVID-19. Tiongkok juga merupakan salah satu negara yang banyak membantu Indonesia dalam hal vaksin. Indonesia menerima bantuan lebih dari satu juta vaksin Sinovac dari Tiongkok, dan Indonesia juga selanjutnya membeli tiga juta dosis vaksin. United Arab Emirates mendonasikan 500,000 dosis vaksin, fasilitas COVAX menyalurkan vaksin lebih dari 2,5 juta dosis pada pertengahan tahun 2021.
Pada bulan Februari 2021, sudah lebih dari 1,5 juta orang yang telah mendapatkan vaksin dosis pertama dan terjadi lonjakan peningkatan jumlah penerima vaksin pada bulan Maret 2021 dengan total 6 juta orang. Pemerintah Indonesia melakukan kinerja yang terbaik untuk mempercepat distribusi vaksin di seluruh wilayah, hingga September 2021 total orang yag telah mendapatkan vaksin perbulan bisa mencapat 12 juta orang. Indonesia juga mendapatkan peringkat kelima, menjadi negara yang populasinya paling banyak telah divaksinasi COVID-19 pada bulan Oktober 2021
Hasil dari kerjasama vaksin yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia menunjukkan bahwa semakin banyaknya masyarakat yang mendapatkan vaksin maka semakin rendah tingkat kematian dan tingkat keterisian rumah sakit. Kementerian Kesehatan Indonesia juga menyebutkan bahwa kasus parah COVID-19 yang terjadi diakibatkan belum melakukan vaksinasi, dan jumlah tenaga kesehatan yang terkena COVID-19 yang membutuhkan penanganan rumah sakit turun drastis yang awalnya 18% hanya menjadi 3,3% saja. Sehingga vaksinasi bisa menjadi parameter yang mampu menurunkan jumlah orang yang perlu dirawat di rumah sakit semakin mengurangi adanya kelangkaan suplai dan tenaga kesehatan.
Penulis: Fadhila Inas Pratiwi, MA.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Pratiwi, F. I., Muttaqien, M., Samy, M., Fadli, J. H., Intan, A. A., & Kusuma, N. R. (2022). International cooperation during COVID-19: Case study vaccine cooperation and its impact in Indonesia. Asian Politics and Policy, 1“ 20. https://doi.org/10.1111/aspp.12643





