Obesitas dan obesitas sentral telah menjadi problem kesehatan masyarakat termasuk di Indonesia. Pada kelompok ini akan terjadi patofisiologi yang akan mempengaruhi banyak sistem tubuh. Gangguan pada sistem endokrin antara lain terjadi disfungsi leptin yang menyebabkan kegagalan kompensasi keseimbangan energi positif dan penurunan kadar testosteron yang berimbas pada penurunan massa otot dan peningkatan jaringan adiposa. Pada sistem saraf akan terjadi gangguan neurologis, neuropati, dan gangguan propriosepsi akibat peningkatan respon inflamasi. Kondisi ini diperparah dengan peningkatan lordosis lumbal dan pergeseran center of gravity ke anterior serta peningkatan tekanan pada mekanoreseptor kaki. Kondisi-kondisi tersebut berimbas pada gangguan fungsi keseimbangan, peningkatan resiko jatuh, dan penurunan kekuatan otot pada orang dengan obesitas. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu latihan keseimbangan dan kekuatan, salah satunya adalah program Weight-bearing Exercise for Better Balance (WEBB). Pada masa pandemi COVID-19 dikembangkan program telerehabilitasi dengan tujuan untuk tetap melaksanakan program rehabilitasi namun dengan mengurangi periode kontak antara dokter dan pasien.
Berdasarkan hal tersebut Astika Cahya Noviana, Meisy Andriana, I Putu Alit Pawana, Damayanti Tinduh, Hermina Novida, dan Soenarnatalina Melaniani melakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis dampak pemberian WEBB terhadap keseimbangan dinamis pada subjek obesitas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan one-group pretest-posttest design. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efek pemberian program WEBB yang diberikan melalui telerehabilitasi terhadap nilai mSEBT, yang meliputi Maximized Reach Distance (%MAXD) dan composite score pada subjek obesitas. Sepuluh subjek laki-laki yang berusia 18-40 tahun dengan indeks massa tubuh (IMT) > 30 kg/m2 dan merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran 51动漫 direkrut dalam penelitian ini. Penelitian ini mengaplikasikan teknik telerehabilitasi hybrid. Subjek diminta untuk melakukan program WEBB 3 kali seminggu selama 8 minggu secara daring. Pengambilan data awal dan akhir dilakukan secara luring, meliputi data dasar karakteristik subjek dan mSEBT.
Dari penelitian ini terbukti bahwa pemberian program WEBB melalui telerehabilitasi terbukti efektif memperbaiki keseimbangan dinamis, yang terlihat dari adanya peningkatan yang signifikan pada nilai %MAXD dan composite score, sehingga program ini dapat diterapkan sebagai terapi latihan bagi orang dengan obesitas.
Penulis: Astika Cahya Noviana, Meisy Andriana, I Putu Alit Pawana, Damayanti Tinduh, Hermina Novida, dan Soenarnatalina Melaniani.
Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat di Bali Medical Journal.
Berikut judul dan link artikel:
Judul : Dynamic balance in obese subjects: before and after telerehabilitation Weight-bearing Exercise for Better Balance
Link :





