Kateter hemodialisis sementara menjadi elemen penting dalam pengelolaan penyakit ginjal kronis (PGK) pada tahap lanjut. Dalam proses hemodialisis, kateter hemodialisis sementara tanpa manset dan tunnel sering digunakan sebagai akses vaskular. Namun, penggunaan kateter ini tidaklah bebas dari komplikasi, yang dapat berdampak signifikan pada kesehatan dan kualitas hidup pasien.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki lebih lanjut dan mengevaluasi ketahanan kateter hemodialisis sementara, dengan fokus khusus pada tempat pemasangan, pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini mengadopsi pendekatan sistematis menggunakan kerangka kerja PRISMA, yang dikenal sebagai suatu metode penyusunan tinjauan sistematis dan meta-analisis. Proses penelitian dimulai dengan pencarian sistematis pada berbagai basis data referensi elektronik seperti PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar.
Dalam menentukan inklusi artikel, kriteria yang digunakan mencakup bahasa Inggris sebagai bahasa publikasi, periode publikasi antara tahun 2000-2023, dan penggunaan metode observasional seperti prospektif, retrospektif, atau lintas-seksional. Populasi penelitian mencakup 2076 pasien hemodialisis dari lima penelitian dengan kelompok populasi yang berbeda, dengan rentang usia rata-rata antara 48,7 卤 16,7 hingga 60,6 卤 16,0 tahun.
Fokus penelitian kemudian dituangkan pada analisis hasil berdasarkan tempat pemasangan kateter hemodialisis. Tiga lokasi utama yang dieksplorasi adalah Vena Jugularis Internal (IJV), Vena Subklavia, dan Vena Femoral. Berdasarkan temuan penelitian, durasi penggunaan kateter hemodialisis bervariasi tergantung pada lokasi pemasangannya.
Berikut adalah hasil tinjauan sistematis yang kami temukan:
a. Tempat Pemasangan Vena Jugularis Internal (IJV):
– Durasi: Berkisar antara 21,6 hingga 36,29 hari
– Implikasi: Menunjukkan daya tahan yang lebih baik dibandingkan tempat pemasangan kateter hemodialisis sementara lainnya
b. Tempat Pemasangan Vena Subklavia:
– Durasi: Berkisar antara 26,5 hingga 46,9 hari
– Implikasi: Menunjukkan daya tahan yang lebih baik untuk pemasangan kateter hemodialisis sementara, serupa dengan tempat pemasangan IJV
c. Tempat Pemasangan Vena Femoral:
– Durasi: Berkisar antara 16,4 hingga 33 hari
– Implikasi: Muncul sebagai yang paling kurang tahan di antara tiga tempat pemasangan kateter hemodialisis sementara tersebut
Memilih Jalur yang Tepat?
Pentingnya pemilihan tempat pemasangan kateter hemodialisis menjadi jelas, dengan Vena Jugularis Internal dan Vena Subklavia muncul sebagai pilihan yang lebih unggul berdasarkan daya tahannya yang lebih lama. Keputusan ini tidak hanya berdampak pada efektivitas terapi, tetapi juga pada risiko komplikasi yang mungkin timbul selama penggunaan kateter hemodialisis sementara
Pendekatan tetap Berpusat pada Pasien!
Namun, lebih dari sekadar mengevaluasi daya tahan kateter, keputusan terkait tempat pemasangan harus diperhatikan secara hati-hati dengan pendekatan berpusat pada pasien. Rentang usia partisipan penelitian, mulai dari 48,7 hingga 60,6 tahun, menekankan perlunya keputusan yang dipersonalisasi berdasarkan kondisi kesehatan individu. Oleh karena itu, selain melihat ketahanan kateter hemodialisis, karakteristik kesehatan dan preferensi pasien juga harus menjadi pertimbangan utama.
Kesimpulan serta Tantangan Penggunaan Kateter Hemodialisis di Masa Depan bagi Pasien Penyakit Ginjal Kronis
Meskipun temuan ini memberikan wawasan yang berharga, tantangan penggunaan kateter hemodialisis di masa depan tetap menjadi pertanyaan penting. Penelitian lebih lanjut dengan melibatkan rentang populasi yang lebih luas dan mempertimbangkan berbagai kondisi kesehatan perlu dilakukan untuk memahami secara holistik manfaat dan risiko penggunaan kateter hemodialisis sementara pada pasien dengan penyakit ginjal kronis.
Selain itu, penelitian lanjutan dapat mencakup evaluasi lebih mendalam terhadap faktor-faktor yang dapat memengaruhi daya tahan kateter, seperti karakteristik pasien yang lebih spesifik, kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan faktor-faktor lain yang mungkin memainkan peran dalam keberhasilan penggunaan kateter hemodialisis. Penelitian ini diharapakan bukan hanya memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang daya tahan kateter hemodialisis, tetapi juga membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut yang dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan solusi yang lebih efektif dalam manajemen penyakit ginjal kronis. Harapannya, dengan begitu, hasil penelitian dapat memberikan panduan yang lebih rinci dan relevan bagi praktisi kesehatan yang merawat pasien dengan penyakit ginjal kronis.
Judul:
淭he Longevity of Temporary Hemodialysis Catheters by Insertion Site In Patients Undergoing Hemodialysis: Systematic Review
Link scopus:
https://doi.org/10.23736/S1824-4777.23.01600-5.
Penulis:
Gusti Putra, Heroe Soebroto*, Yan E. Sembiring, Danang H. Limanto, Arief R. Hakim, Pande A. Permatananda, Jeffrey J. Dillon, Cheong Lim





