51动漫

51动漫 Official Website

Penutupan Ventricular Septal Defect bersamaan dengan Coronary Artery Bypass Grafting

Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kondisi umum yang memengaruhi sekitar 0,8 hingga 1,2 persen dari seluruh kelahiran hidup di seluruh dunia. Salah satu anomali jantung bawaan yang paling umum adalah defek septum ventrikel atau Ventricular Septal Defect (VSD). Penyakit ini merupakan penyakit anomali yang paling sering terjadi pada anak-anak dan nomor dua pada orang dewasa. Artikel studi kasus ini bertujuan untuk mengeksplorasi sebuah kasus yang unik, yang mengungkapkan pengalaman penanganan seorang wanita berusia 46 tahun yang mengalami gagal jantung akibat serangan jantung dan VSD yang sebelumnya salah didiagnosis dengan VSR, dan pada akhirnya menjalani perbaikan bedah untuk kedua kondisi tersebut.

KASUS

Pasien seorang wanita berusia 46 tahun, awalnya dirujuk ke rumah sakit dengan defek septum ventrikel dan riwayat serangan jantung. Meskipun memiliki defek septum ventrikel yang diidentifikasi sejak kecil, ia tidak mengalami gejala dan terus bekerja tanpa mengalami gejala jantung yang signifikan. Diagnosa semakin rumit dengan kesalahan diagnosa sebelumnya, yaitu VSR menjadi VSD. Pasien juga memiliki komorbid lain, yaitu diabetes mellitus tipe 2. Terapi diabetes melitus pasien juga tidak terkendali selama satu dekade terakhir.

Saat dirujuk, dilakukan pemeriksaan fisik pada pasien yang menunjukkan adanya murmur holosistolik (tingkat III/VI), terutama terdengar di daerah parasternal kiri hingga apeks, disertai dengan getaran yang dapat diraba. Rales basah terdengar pada kedua lapang paru, menunjukkan adanya kongesti paru yang signifikan.

Pasien didiagnosa dengan infark miokard lama, defek septum ventrikel atau VSD, regurgitasi katup mitral dan trikuspid ringan, dan diabetes mellitus tipe 2. Diagnosis tersebut dapat ditemukan dengan pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan, yaitu:

  • Foto rontgen dada atau CXR: menunjukkan efusi pleura yang signifikan, menekankan tingkat keparahan kondisi tersebut
  • Rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG): menunjukkan ritme normal sinus dengan denyut jantung 100 bpm dan pola khusus yang menunjukkan infark miokard.
  • Echocardiography dan Continuous-Wave Doppler: mengidentifikasi sinyal aliran dari kiri ke kanan dan defek septum ventrikel, menandakan lokasi defek septum ventrikel
  • Angiografi koroner: mengungkapkan beberapa lesi stenotik, termasuk stenosis 80% pada arteri koroner kanan dan stenosis 99% pada arteri koroner anterior kiri bagian tengah

Intervensi Bedah:

Karena kompleksitas kasus ini, keputusan diambil untuk melakukan pembedahan bypass arteri koroner (CABG) mendesak dan perbaikan VSD setelah pengendalian gagal jantung kongestif secara medis. Selama operasi, graft vena saphena (SVG) dan arteri mamaria interna kiri (LIMA) diambil, dan pendekatan sternotomi median digunakan. Bypass kardiopulmoner didirikan, dan prosedur melibatkan penanganan ukuran arteri pulmonalis utama (MPA) yang lebih besar dari biasanya, vena kava superior persisten (PLSVC), dan kelainan sinus koroner.

Selama intervensi, ventikulotomi kiri menunjukkan temuan yang tidak terduga bukan robekan septum ventrikel, tetapi defek interventrikel dengan tepi tebal, menyerupai defek septum ventrikel otot yang saling berdekatan. VSD diperbaiki dengan jahitan matras dan tambalan politetrafluoroetilena (PTFE), dengan penutupan ventrikulotomi selanjutnya.

Secara bersamaan, dilakukan bypass arteri koroner dua cabang: menghubungkan SVG ke arteri koroner posterior kanan (RPDA) dan LIMA ke arteri koroner anterior kiri (LAD). Setelah operasi, pasien berhasil dipisahkan dari bypass kardiopulmoner, dengan perjalanan pascaoperasi yang lancar, mengkonfirmasi tidak adanya VSD residual.

Analisis dan Kesimpulan:

Studi kasus ini menyoroti kompleksitas penanganan secara bersamaan VSD dan penyakit arteri koroner. Keberhasilan intervensi bedah pada pasien wanita berusia 46 tahun ini menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif, menangani anomali jantung bawaan dan penyakit arteri koroner yang didapat secara bersamaan. Pemahaman mendalam terhadap temuan selama bedah memberikan wawasan berharga bagi praktisi medis dalam menghadapi kasus serupa di masa depan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan analisis kasus serupa untuk menyempurnakan strategi pengobatan bagi individu yang menghadapi kondisi jantung yang rumit seperti ini.

Judul:

淰entricular Septal Defect (VSD) closure concomitant With Coronary Artery Bypass Grafting (CABG): a rare case

Link scopus:

DOI: 10.15562/bmj.v13i1.4939.

Penulis:

Firman Al Faruq, Heroe Soebroto*, Oky Revianto Sediono Pribadi

AKSES CEPAT