Nikotin adalah zat stimulan yang dapat mempercepat transmisi pesan antar otak dan tubuh. Paparan nikotin dapat menyebabkan gangguan hemodinamik kesehatan. Zat adiktif yang sering ditemukan pada rokok tersebut dapat meningkatkan tekanan darah, merangsang sistem saraf, dan mempercepat detak jantung. Paparan nikotin secara berkelanjutan menyebabkan abnormalitas fungsi sel.
Nikotin menjadi bahan kimia dalam asap rokok sebagai salah satu faktor risiko aterosklerosis. Adanya peradangan intravaskular membuat penyempitan maupun penebalan pembuluh darah. Padahal fungsi arteri koroner dan vena jantung membentuk pembuluh darah jantung yang membawa sebagian besar darah ke dan dari miokardium. Sehingga sistem aliran darah akan terhambat. Tak hanya itu, sistem kardiovaskuler dapat mengalami disfungsi sel endotel dapat disebabkan oleh nikotin. Iskemia dan infark pada miokardium akan terjadi yang berdampak pada vasokonstriksi miokardium. Dampaknya terjadi perlambatan aliran darah koroner yang dapat menyebabkan gagal jantung.
Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengamati gambaran histopatologi diameter lumen dan tebal dinding arteri koroner pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang dipapar nikotin. Tikus dibagi menjadi lima kelompok perlakuan, yaitu C (tanpa paparan nikotin), T1 (Konsentrasi 0,005mg/ml), T2 (Konsentrasi 0,05mg/ml), T3 (Konsentrasi 0,2mg/ml), dan T4 (0,65 mg/ml).
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan ketebalan dinding arteri koroner yang signifikan antara kelompok kontrol dan perlakuan. Tingkat konsentrasi nikotin yang lebih tinggi semakin meningkatkan ketebalan dinding arteri koroner dan menurunkan diameter lumen pembuluh darah tikus putih (Rattus norvegicus). Tikus positif mengalami aterosklerosis dengan diawali kerusakan sel endotel pembuluh darah akibat stres oksidatif, merokok atau faktor lainnya. Sel endotel vaskular yang rusak melepaskan sitokin (IL-1尾) dan kemokin (IL-8). Kemokin yang dilepaskan oleh sel endotel menarik monosit dari sirkulasi darah ke area cedera. Monosit menembus ruang subendotel, berdiferensiasi dan matang menjadi makrofag. Makrofag akan mengambil dan menumpuk kolesterol LDL dari darah dan menyebabkan pembentukan sel busa dan aterogenesis.
Ditulis Oleh: Maya Nurwartanti Yunita, drh., M.Si.
Artikel dapat diakses pada Anisah, N., Yunita, M. N., Plumeriastuti, H., Agustono, B., & Rahmaniar, R. P. (2023). Coronary Artery Wall Thickness and Lumen Diameter of Nicotine-Induced White Rats (Rattus norvegicus). Indian Veterinary Journal, 100(4), 15-18..





