Literasi dini merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki oleh anak usia dini. Keterlibatan orang tua merupakan hal krusial yang dapat meningkatkan kemampuan literasi dini anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang keterlibatan orang tua dalam perkembangan literasi dini di Kota Malang Indonesia. Penyaringan data yang dilakukan oleh peneliti pada bulan Februari hingga Maret 2023 ditemukan pada database Garuda dan Google Scholar dengan kata kunci orang tua; anak usia dini; perkembangan bahasa; literasi awal dalam sepuluh tahun terakhir. Diperoleh 10 penelitian ((Nuraeni, 2016); (Afriliani et al., 2016); (Karo, 2019); (Utami & Kurniawati, 2022); (Inten, 2017); (Baiti, 2020); (Amelia & Aprianti, 2020); (Gani, 2021); (Primayana et al, 2020); (Saragi Sitio & Vitaloka Anggriani, 2022)), dimana 3 diantaranya bersifat deskriptif kuantitatif dengan judul peran orang tua, 6 kualitatif, dan 1 penelitian tindakan kelas dengan judul lebih banyak peran daripada keterlibatan. Masih belum banyak penelitian yang menggunakan teknik analisis survei terkait keterlibatan orang tua dalam literasi awal pada anak usia 4-6 tahun, sehingga penelitian ini bertujuan untuk meneliti keterlibatan orang tua dalam pengembangan literasi awal di Kota Malang.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan survey melibatkan 122 responden orang tua (mean age 37.5 tahun) yang memiliki anak TK usia 4-6 tahun. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat ukur yang dikembangkan oleh PIRLS-2011 Parental Involvement pada perspektif orang tua. Dimensi yang diukur adalah keterlibatan di rumah dan keterlibatan di sekolah.
Hasil penelitian empiris menunjukkan jika secara umum keterlibatan orang tua dalam mengembangkan kemampuan literasi dini berada pada kategori rendah sebesar 48% atau sebanyak 58 orang dan kategori sedang sebesar 37% atau sebanyak 45 orang serta kategori tinggi sebesar 15% sebesar 19 orang. Keterlibatan orang tua (ayah dan ibu) di rumah menunjukkan angka 38,87%. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua cukup terlibat pada dalam pengembangan literasi anak di rumah. Bentuk keterlibatan yang sering dilakukan adalah membantu mengerjakan tugas sekolah. Sedangkan keterlibatan yang jarang dilakukan adalah orang tua kurang terlibat pada indikator menyediakan buku, membacakan buku dan mendongeng.
Hasil keterlibatan ayah dan ibu di sekolah menunjukkan angka 40,43%. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua cukup terlibat dalam mengembangkan literasi anak di sekolah. Bentuk keterlibatan yang paling sering dilakukan adalah berdiskusi dengan anak tentang apa yang sedang dibaca. Sedangkan keterlibatan yang jarang dilakukan yaitu orang tua kurang terlibat dalam indikator membantu anak berlatih membaca. Tingkat pendapatan juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi keterlibatan orang tua dalam pengembangan literasi anak. Semakin tinggi pendapatan orang tua, maka semakin besar pula keterlibatan mereka dalam mengembangkan literasi anak. Sementara itu, semakin rendah tingkat pendapatan orang tua, maka semakin rendah pula keterlibatan mereka dalam pengembangan literasi anak. Selain usia dan tingkat pendapatan, tingkat pendidikan juga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi keterlibatan orang tua dalam pengembangan literasi anak. Orang tua dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan banyak terlibat dalam pengembangan literasi anak. Berbeda dengan orang tua dengan tingkat pendidikan rendah yang minim terlibat dalam pengembangan literasi anak.
Penulis: Novia Solichah1, Nur Ainy Fardana2





