Inovasi digital memunculkan berbagai kemudahan sekaligus tantangan dan potensi persoalan yang perlu ditindaklanjuti. Catatan riset menunjukkan semakin banyak anak mengalami problem perilaku karena ketidakmampuan menghadapi risiko digital, seperti munculnya adiksi terhadap gawai, game online, pornografi, terjebak pada perilaku kekerasan dan perundungan siber, dan sebagainya. Ketidakmampuan anak menghadapi paparan risiko juga dapat menyebabkan terjadinya depresi, kecemasan yang tinggi, bahkan kecenderungan menyakiti diri sendiri, sebagaimana ditunjukkan oleh sejumlah catatan penelitian yang lain. Peran orang tua pun dinilai semakin penting dalam mendampingi aktivitas daring anak dan menyesuaikan praktik pengasuhannya agar juga mampu membekali anak dengan keterampilan yang memadai di dunia digital. Hal ini tidak lain agar anak tetap mampu tumbuh dengan tangguh, menjadi pribadi yang berkembang dengan kompeten tanpa terjebak pada lingkungan perkembangan yang negative.
Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih lanjut peran ayah dalam proses pengasuhan untuk memperkuat resiliensi digital anak berdasarkan pengalaman para ayah yang telah mampu memenuhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Partisipan terdiri dari empat orang ayah dari anak berusia 712 tahun yang memiliki karakteristik resiliensi digital. Penggalian data dilakukan melalui pengisian lembar informasi dan wawancara secara daring. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan ana虂lisis tematik dengan model interaktif.
Hasil penelitian ini telah mengidentifikasi adanya empat peran ayah dalam praktik pengasuhan yang dapat memperkuat resiliensi digital anak. Keempat peran tersebut meliputi: (1) Peran sebagai pembimbing; (2) Peran kontrol dan pengawas; (3) Peran pendukung; serta (4) Peran sebagai mediator. Hasil analisis data juga menemukan adanya dua faktor pendukung keempat peran, yaitu kesadaran akan tanggung jawab ayah sebagai orang tua dan dukungan sosial. Keseluruhan temuan ini dapat digunakan sebagai dasar merancang berbagai program di masyarakat untuk terus mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Peneliti: Wiwin Hendriani, Anita Anggraini Tedjadipura, Sabrina Meirizqa Khaerunnisa, Primatia Yogi Wulandari, Rudi Cahyono





