51动漫

51动漫 Official Website

Keterlibatan Orang Tua Mendukung Perkembangan Anak

Keterlibatan Orang Tua Mendukung Perkembangan Anak
Sumber: Depok Pos

Keterlibatan orang tua merupakan hal yang penting yang dapat memengaruhi keberhasilan dalam pendidikan anak. Keterlibatan orangtua adalah partisipasi orangtua terhadap pendidikan dan pengalaman anaknya. Keterlibatan orangtua sebagai interaksi orangtua dengan sekolah dan dengan anak untuk membantu kesuksesan anak. Pengaruh keluarga terutama berpusat pada sikap dan perilaku orangtua kepada perkembangan anak.

 Keterlibatan orang tua tidak hanya berdampak baik bagi anak, tetapi juga orangtua dan guru. Pada orangtua, keterlibatannya dapat meningkatkan kepuasan dan kepercayaan diri orangtua dalam proses pengasuhan anak dan semakin tertarik pada pendidikan anak. Keterlibatan orangtua sebagai sebuah proses yang secara umum berbentuk keterlibatan di rumah dan di sekolah yang dapat membantu anak untuk mencapai kesuksesan dalam pengembangan dirinya baik di bidang akademik maupun non akademik.

Keterlibatan orang tua di rumah adalah “dedikasi sumber daya oleh orang tua kepada anak dalam kegiatan tertentu,” seperti membaca buku bersama, mendengarkan anak membaca dengan keras dan/atau bermain permainan kata. Keterlibatan orang tua penting dalam pendidikan anak-anak karena memprediksi prestasi akademik dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah (yaitu, 5-18 tahun).Keterlibatan orang tua juga memengaruhi hasil dalam matematika, prestasi akademik, prestasi membaca, kinerja akademik, keterampilan sosial dan budaya, dan pendidikan anak-anak.

Keterlibatan orang tua secara konsisten menunjukkan bahwa pengasuhan memiliki dampak positif pada perkembangan anak. Keterlibatan orang tua sejak kecil terus berdampak positif terhadap prestasi akademik anak di sekolah dasar, SMP, bahkan SMA. Sebaliknya tanpa dukungan dan pengawasandari orang tua, anak- anak mungkin kehilangan motivasi untuk belajar. Kurangnya dorongan dan penghargaan dari orang tua membuat anak-anak merasa tidak ada yang peduli tentang orestasi mereja, sehingga  kurang termotivasi untuk mencapai hasil yang baik di sekolah.

Penjelasan terkait keterlibatan orang tua dalam mendukung perkembangan anak meriuoakan implementasi dari teori bioekologi. Keterlibatan ornag tua dimulai dari dillingkungan kecil (mikrosistem) yang dapat berdampak signifikan pada perkembangan anak. Teori sistem bio-ekologi Bronfenbrenner menunjukkan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh berbagai sistem ekologi yang saling terkait, termasuk sistem mikro (lingkungan atau lingkungan terdekat), mesosistem (hubungan antara dua atau lebih mikrosistem), eksosistem (lingkungan yang secara tidak langsung mempengaruhi individu), makrosistem (masyarakat dan budaya yang lebih luas), dan kronosistem (konsistensi atau perubahan sepanjang hidup).

Pada relasi keterlibatan orang tua menurut perspektif teori ekologi,  menekankan interaksi kompleks antara faktor biologis dan lingkungan dalam membentuk perkembangan manusia. Artinya perkembangan seorang anak akan ditentukan oleh keterlibatan orang tua dalam pengasuhan serta dukungan lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang.  Lingkungan tersebut terdiri dari lingkungan tenpat tinggal, sekolah dan relasi sosial yang lebih luas. Fokus utama dari pendekatan bioekologi adalah bahwa anak-anak individu lebih mungkin mengalami kesuksesan dan prestasi akademik ketika ada interaksi dan kolaborasi antara sekolah dan orang tua

Selanjutnya, dalam konteks keterlibatan orang tua dalam perkembangan anak, teori perilaku berencana (TPB) dapat digunakan untuk memprediksi perilaku orang tua dalam perkembangan anaknya. Teori perspektif perilaku terencana berfokus pada penjelasan prediktor keterlibatan orang tua, di mana fokusnya adalah pada apa yang membuat orang tua ingin terlibat dalam perkembangan anak-anaknya. Perspektif teoritis ini cocok untuk digunakan dalam memahami keterlibatan orang tua yang berfokus pada perilaku orang tua  sebagai prediktor dari keterlibatan orang tua. Keterlibatan orang tua ditentukan oleh sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku dalam membentuk perilaku pada saat bersama atau mengasuh anak.

Terdapat juga teori modal sosial yang menggambarkan bagaimana hubungan sosial dapat memengaruhi kesejahteraan individu dan komunitas. Dalam perspektif teoritis ini, dinamika koneksi sosial dapat digunakan untuk memprediksi keterlibatan orang tua dalam berbagai aktivitas sosial. Premisnya adalah bahwa keterlibatan orang tua dalam kegiatan sosial ini, yang kemudian memengaruhi kapasitas mereka untuk memberikan dukungan bagi perkembangan anak-anak mereka dan meningkatkan hasil anak-anak mereka. Keluarga dan komunitas memainkan peran kunci dalam mempromosikan sumber daya manusia generasi muda. Teori modal sosial berfokus pada sejauh mana orang tua memperoleh keuntungan dan manfaat dari hubungan sosial mereka yang kemudian dapat mereka wariskan kepada anak-anak mereka. Pendekatan ini mengakui bahwa anggota keluarga dan komunitas memberikan pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya lain yang dapat berkontribusi pada perkembangan anak.

Perspektif teori modal sosial berfokus pada prediksi keterlibatan orang tua dalam kegiatan sosial yang akan mempengaruhi orang tua dalam memberikan dukungan bagi perkembangan anak-anak mereka dan bagaimana hasil terbaik bagi anak-anak mereka. Tujuan akhir dari perspektif ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana partisipasi aktif orang tua dalam upaya sosial, yang didorong oleh modal sosial, berkontribusi untuk mencapai hasil terbaik bagi anak-anak mereka. Dengan menyelidiki hubungan rumit antara keterlibatan sosial, dukungan orang tua, dan hasil yang menguntungkan.

Keterlibatan orang tua dalam teori kognitif sosial menggambarkan bagaimana individu belajar melalui observasi, imitasi, dan interaksi sosial. Dalam konteks keterlibatan orang tua dalam perkembangan anak, orang tua yang terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka cenderung menunjukkan perilaku sosial-emosional yang baik, sehingga memfasilitasi anak-anak mereka untuk meningkatkan keterampilan sosial dan emosional. Teori kognitif sosial berfokus pada pembelajaran individu melalui observasi, imitasi, dan interaksi sosial, di mana penelitian ini cocok untuk digunakan dalam penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan orang tua, dukungan guru, dan dukungan teman sebaya terhadap kemampuan siswa.

Penulis: Nur Ainy Fardana

Link:

Baca juga: Pentingnya Alat Ukur Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan Anak Remaja

AKSES CEPAT