Seorang pria berusia 58 tahun tiba-tiba merasakan nyeri hebat dan mati rasa di kaki dan dilarikan ke rumah sakit karena kakinya yang tiba-tiba dingin, pucat, dan tidak bisa merasakan apa-apa. Ternyata, kondisi ini adalah tanda dari iskemia tungkai akut, yaitu keadaan darurat medis saat aliran darah ke tungkai terhenti secara mendadak. Setelah serangkaian pemeriksaan, dokter menemukan bahwa pria ini memiliki trombus atau gumpalan darah di bilik kiri jantung (left ventricular thrombus). Gumpalan ini terbentuk karena penyakit jantung koroner yang telah lama tidak terdeteksi. Gumpalan darah ini kemudian lepas dan menyumbat pembuluh darah di kaki, menyebabkan iskemia atau kekurangan aliran darah. Pasien ini tidak pernah merasakan nyeri dada atau gejala serangan jantung sebelumnya. Namun setelah dilakukan pencitraan, ditemukan bahwa jantungnya sudah mengalami kerusakan serius dan fungsi pompa jantungnya melemah, dengan fraksi ejeksi hanya 28% (normalnya di atas 50%).
Pasien segera menjalani tindakan darurat operasi pengangkatan gumpalan darah (thrombectomy). Setelah operasi, dokter memberikan kombinasi obat pengencer darah (antikoagulan) dan obat anti penggumpalan trombosit (antiplatelet) untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Namun, pemberian dua jenis obat ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Kombinasinya memang efektif mencegah pembentukan gumpalan baru, tetapi juga meningkatkan risiko perdarahan serius. Oleh karena itu, setiap pasien perlu ditangani secara individual, menimbang antara risiko perdarahan dan risiko kekambuhan.
Kasus ini menunjukkan bahwa penyakit jantung tidak selalu menunjukkan gejala jelas. Bahkan seseorang bisa saja sudah mengalami serangan jantung tanpa disadari. Inilah pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti merokok, tekanan darah tinggi, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Kondisi trombus di jantung adalah komplikasi berbahaya dari penyakit jantung, dan bisa berujung pada stroke atau, seperti dalam kasus ini, iskemia tungkai yang bisa mengancam nyawa atau menyebabkan amputasi jika terlambat ditangani.
Kesehatan jantung bukan hanya soal mencegah serangan jantung. Tapi juga tentang mengenali tanda-tanda tersembunyi, melakukan pemeriksaan rutin, dan mengambil langkah pencegahan sejak dini. Kisah nyata ini menjadi pengingat bahwa jantung dan pembuluh darah bekerja sebagai satu sistem, dan gangguan pada satu bagian bisa berdampak fatal pada bagian tubuh lainnya.
Penulis: Dr. Meity Ardiana, dr., Sp.JP(K)FIHA
Link Publikasi :





