51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Keuangan Syariah Tangguh Hadapi Krisis Dunia

Menciptakan Keuangan Sosial Islam yang Berkelanjutan Melalui Indeks Environmental, Social, and Governance (ESG)
Sumber: STAIKU

Selama satu abad terakhir, dunia telah berkali-kali menghadapi gejolak ekonomi. Mulai dari Great Depression 1929, krisis keuangan global 2007“2009, Brexit, hingga pandemi COVID-19. Semua peristiwa tersebut meninggalkan dampak mendalam bagi stabilitas ekonomi global. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai apakah ada sistem keuangan yang mampu bertahan di tengah ketidakpastian.

Salah satu sistem yang menarik perhatian adalah keuangan syariah. Sistem ini berbeda dari keuangan konvensional karena menerapkan prinsip bagi hasil (profit-loss sharing) dan menolak praktik riba. Pendekatan etis dan berbasis keadilan ini dinilai dapat memperkuat stabilitas ekonomi, terutama saat dunia menghadapi tekanan keuangan.

Penelitian ini bertujuan menelusuri bagaimana keuangan syariah bereaksi terhadap berbagai krisis ekonomi sepanjang sejarah. Serta strategi yang diterapkan agar tetap bertahan. Kajian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai literatur akademik. Dari 492 artikel ilmiah terindeks Scopus, penelitian ini menyaring 76 artikel berkualitas tinggi (Q1 dan Q2) yang relevan dengan tema stabilitas keuangan syariah.

Analisis dilakukan terhadap tiga aspek utama, yaitu perbankan syariah, pasar modal syariah, dan keuangan sosial Islam. Hasilnya menunjukkan bahwa lembaga keuangan syariah memiliki daya tahan lebih baik dibanding lembaga konvensional pada masa krisis. Prinsip bagi hasil membuat risiko terbagi secara adil antara lembaga dan nasabah, sehingga sistem keuangan tetap stabil. Namun, keuangan syariah masih menghadapi tantangan dalam hal efisiensi operasional dan kapitalisasi modal.

Di sektor pasar modal, instrumen seperti sukuk dan saham syariah berperan penting dalam menjaga arus investasi karena mampu memberikan diversifikasi portofolio. Meski demikian, ketergantungan pada sektor tertentu masih menjadi tantangan. Sementara itu, keuangan sosial Islam melalui zakat, infak, dan wakaf terbukti berperan besar dalam mendukung pemulihan ekonomi. Terutama selama pandemi COVID-19.

Temuan penelitian ini menegaskan bahwa keuangan syariah bukan hanya alternatif dari sistem konvensional, tetapi solusi strategis untuk membangun sistem keuangan global yang inklusif, etis, dan tahan krisis. Prinsip bagi hasil dan orientasi sosial yang kuat menjadikan sistem ini lebih adaptif terhadap tekanan ekonomi.

Untuk memperkuat ketahanan di masa depan, perlu dilakukan inovasi melalui pengembangan model bagi hasil yang lebih efisien, diversifikasi produk pasar modal syariah, serta integrasi zakat dan wakaf dalam strategi pemulihan ekonomi. Selain itu, pengembangan teknologi keuangan syariah dan manajemen risiko berbasis syariah akan menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing global.

Hasil penelitian ini memperkaya literatur tentang ketahanan keuangan syariah dan memberikan panduan strategis bagi pengambil kebijakan, pelaku industri, serta akademisi untuk memperkuat sistem keuangan Islam dalam menghadapi tantangan ekonomi dunia.

Penulis: Puji Sucia Sukmaningrum, S.E., CIFP.

AKSES CEPAT