51动漫

51动漫 Official Website

Khasiat Probiotik terhadap Asupan Gizi dan Berat Telur Burung Puyuh Jepang

llustrasi burung puyuh (sumber: indonesia.go)

Sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia, maka kebutuhan akan protein hewani masyarakat di Indonesia juga terus meningkat.  Peternakan unggas memegang peranan penting dalam memasok kebutuhan protein hewani, salah satunya adalah peternakan burung puyuh.  Potensi untuk mengembangkan bisnis peternakan burung puyuh sangat tinggi, sehingga agar produksinya optimal, harus diimbangi dengan pemberian pakan yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan nutrisi burung puyuh. Namun, permasalahan yang dihadapi dalam beternak puyuh adalah harga pakan yang relatif lebih mahal dan pemberian antibiotik yang menyebabkan resistensi terhadap mikroorganisme patogen serta dapat menimbulkan residu pada daging dan telur yang dapat membahayakan konsumen. Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan upaya untuk meningkatkan produktivitas puyuh. Probiotik merupakan salah satu inovasi yang dapat dilakukan untuk menekan biaya pakan, meningkatkan performa produksi, dan memberikan alternatif pengganti antibiotic growth promoters (AGP).  

Probiotik sering kali berasal dari bakteri asam laktat. Bakteri asam laktat yang umum digunakan dan telah diteliti pada unggas antara lain Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus plantarum, Pediococcus pentosaceus, Lactobacillus casei, Lactobacillus lactis, Bifidobacterium spp, Lactobacillus acidophilus, Lactococcus lactis, Lactobacillus rhamnosus.  Probiotik yang mengandung bakteri asam laktat (kombinasi Lactobacillus acidophilus dan Lactococcus lactis) belum pernah diteliti dalam kaitannya dengan konsumsi nutrien (bahan organik, protein kasar, lemak kasar, dan serat kasar) maupun produksi telur (khususnya berat telur) pada burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik bakteri asam laktat (Lactobacillus acidophilus dan Lactococcus lactis) terhadap konsumsi nutrien (protein kasar, lemak kasar, serat kasar, dan bahan organik) dan produksi telur pada puyuh Jepang. Penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sebanyak 120 ekor puyuh Jepang betina (Coturnix coturnix japonica), yang terdiri dari empat perlakuan dan enam kali ulangan. Perlakuan T0, T1, T2, dan T3 diberikan Lactobacillus acidophilus dan Lactococcus lactis dengan konsentrasi 0, 1, 2, dan 3 ml/liter air minum. Data konsumsi diambil setiap minggu, dan data produksi telur diambil setiap hari selama masa perlakuan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian Lactobacillus acidophilus dan Lactocococcus lactis dalam air minum, menunjukkan terdapat perbedaan nyata (p<0,05) antara kontrol (T0) dibandingkan dengan perlakuan lainnya (T1, T2, dan T3) dalam menurunkan konsumsi bahan organik, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, dan meningkatkan berat telur puyuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi Lactobacillus acidophilus dan Lactococcus lactis dapat menurunkan konsumsi nutrien serta dapat meningkatkan berat telur puyuh Jepang.

Penulis: Amelia Lintang Putri Kirana, Aprinda Ratna Lovela, Widya Paramita Lokapirnasari *, Mohammad Anam Al-Arif, Sri Hidanah, Sunaryo Hadi Warsito, Ardianto

Link artikel:

AKSES CEPAT