Ikan koi (Cyprinus carpio) merupakan ikan hias air tawar yang digemari oleh masyarakat lokal Indonesia dan internasional. Kegiatan budidaya ikan koi masih terus mengalami peningkatan produktivitas. Seiring dengan hal tersebut, ancaman adanya infestasi parasit pada ikan koi juga masih banyak dilaporkan.
Parasit sebagai organisme yang mengambil keuntungan dari inang, dapat ditemukan pada berbagai jenis organ eksternal ikan, seperti permukaan tubuh, bagian mata, sirip, insang, dan sebagainya. Parasit tersebut dikenal dengan ektoparasit. Ancaman yang perlu diwaspadai adalah adanya infestasi ektoparasit pada insang, mengingat insang adalah organ utama ikan dalam proses pernafasan/respirasi.
Informasi mengenai kerusakan pada jaringan insang ikan koi yang terinfestasi parasit sangat diperlukan untuk membantu mengetahui pola infestasi parasit dalam menimbulkan gangguan pada organ insang. Penelitian yang dilakukan pada pembudidaya ikan Koi menemukan adanya ragam ektoparasit pada insang, diantaranya Dactylogyrus (Trematoda), Myxobolus (Sporozoa), Thelohanennelus (Sporozoa), dan Trichodina (Ciliata). Parasit-parasit tersebut ditemukan menginfestasi insang ikan koi dengan derajat infestasi sedang hingga sangat berat.
Adanya infestasi parasit-parasit tersebut menimbulkan kerusakan pada jaringan insang. Jaringan adalah bagian dari organ pada makhluk hidup. Ditemukan adanya kerusakan berupa hyperplasia, fusi, telangiectasia, dan terbentuknya vakuola-vakuola pada insang. Semakin tinggi derajat infestasi ektoparasit pada ikan koi diikuti oleh peningkatan pada derajat kerusakan jaringan insang. Hyperplasia merupakan kondisi penebalan dinding sel karena peningkatan jumlah sel di dalam insang. Kondisi ini terjadi karena respon terhadap adanya infestasi parasit. Kondisi hyperplasia yang terus menerus dapat berlanjut pada terjadinya fusi, yaitu ditandai dengan lamella yang bersatu atau saling menempel. Telangiectasia ditandai dengan gambaran lamella insang yang melebar pada bagian ujung. Adanya laporan dan kerusakan yang ditimbulkan oleh parasit pada ikan yang dibudidayakan seyogyanya menjadi perhatian penting bagi para pembudidaya untuk melakukan tindakan pencegahan dan/atau pengendalian sebagai upaya mempertahankan produksi akuakultur.
Sumber : Histopathological Changes in The Gills of Cyprinus Carpio Infested With Ectoparasites
Authors : Rinjani Devita Wulandari, Salsabila Rizqi Amalia, Putri Desi Wulan Sari, dan Sri Subekti
DOI 10.1088/1755-1315/1392/1/012019
Website : https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1392/1/012019





