51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Khasiat Senyawa Ekstrak Daun Benalu Duku untuk Penurun Gula Darah Tikus Penderita Diabetes

Ilustrasi diabetes (*)

Upaya pencarian bahan obat baru semata-mata untuk mengobati penderita penyakit pada manusia, selalu tidak henti-hentinya berlangsung dan salahsatunya yaitu penyakit yang mengakibatkan peningkatan kadar gula tubuh tanpa tubuh mampu mengendalikan. Penyakit tersebut pada manusia disebut Diabetes Militus (DM) dan dikenal memiliki katagori tertentu. Dengan demikian keparahan penyakit tersebut akan menentukan konsumsi jenis obat yang haruskan selalu dilakukan. Tidak mudahnya menetapkan jenis obat pilihan keperluan pengobatan DM, maka upaya pencarian obat mulai merambah pemanfaatan obat-obat asal tanaman yang dicobakan terlebih dahulu pada hewan dalam skala laboratorium. Salahsatu temuan laboratorik hasil dari pencarian empirik tanaman obat adalah benalu duku yang tumbuh subur pada tanaman inangnya yaitu pohon duku (Lancium domesticum). Bagian tanaman benalu duku yang cukup bermanfaat adalah bagian daun. Daun benalu duku (Dendrothoe pentandra L. Miq), ternyata memiliki manfaat cukup banyak yaitu dalam skala laboratorium menghasilkan daya farmakodinami sebagai anti-proliferasi sel atau hampir mirip seperti anti-kanker.

Khasiat lainnya yaitu sebagai anti-virus dan sebagai obat yang bekerja pada system reproduksi hewan jantan (androgenic agent). Dalam kajian lebih mendalam terutama bagian flavonoid dari daun benalu duku, ternyata mampu menurunkan gula darah acak tikus yang telah dirusak sistem kontrol metabolisme gula darah ditubuh tikus menggunakan streptozotocine. Lebihlanjut unsur dari flavonoid yang mampu melakukan kerja tersebut telah terpantau dan di cirikan sebagai SMK. Diketahui pula bahwa SMK tersebut merupakan kumpulan 12 senyawa yaitu (1) 5-Hidroksi 6,7 dimetoksiflafon-4™-O-β-D-glukosida, (2) 7-hidroksi-1-metoksi-2-metoksi-santon, (3) Eusanton, (4) Genistine-7,4™-di-O-β-D-glukosida, (5) Genistine, (6) Kaemferol-3-O-β-D-glukopiranosida, (7) Morin, (8) Ononin, (9) Patuletin, (10) Pinnatifinosida-A, (11) Kuarsetagin, (12) Sinensetin.

Dari 12 senyawa tersebut yang paling besar kadarnya yaitu Morin dan Genistine dengan rerata mengandung 40-50%. Sehingga dua komponen senyawa tersebut saling memperkuat kinerja pengakibat penurunan gula darah acak tikus tentu tidak terlepas dari 10 senyawa yang lainnya. Adapun sasaran utama SKM dalam kinerja membantu menurunkan gula darah acak tikus yaitu melalui peningkatan sensitifitas sel β dipulau-pulau langerhans organ pankreas tikus. Dengan demikian akan menghasilkan atau merawat sistem metabolisme gula darah tikus secara nyata. Fenomena tersebut akan membuka tabir lebihlanjut mengenai kandidat-kandidat obat-obat asal tanaman yang mampu menyebabkan penuruna gula darah pada manusia. Sehingga makin memperkaya jenis-jenis asal obat DM yang kemungkinan dapat dimanfaatkan.

Penulis: Mochamad Lazuardi

AKSES CEPAT