Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yang memiliki dan mengelola rumah sakit nirlaba terbesar selama lebih dari seratus tahun. Rumah Sakit Muhammadiyah merupakan model organisasi kewirausahaan sosial. Kajian terkait kinerja organisasi rumah sakit Muhammadiyah dan keterkaitannya dengan beberapa variabel terkait lainnya belum banyak dilakukan. Selain itu, kajiannya juga lebih terfokus pada kegiatan dan peran filantropi Muhammadiyah, sejarah Muhammadiyah di bidang pelayanan kesehatan, dan etika pelayanan kesehatan Muhammadiyah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan variabel Servant Leadership, Managerial Cognitive Capability, dan Emotional Regulation dalam membentuk Organizational Performance (OP) dengan variabel perantara: Leadership Effectiveness di Rumah Sakit Muhammadiyah.
Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui survei melalui telepon dengan 443 responden manajemen puncak dan menengah di 111 Rumah Sakit Muhammadiyah di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan oleh Enumerator yang terlatih dan berpengalaman dengan menggunakan kuesioner terstruktur yang dirancang khusus untuk masing-masing tipe responden. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM) dengan menggunakan Maximum Likelihood Estimation..
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Servant Leadership (SL), Managerial Cognitive Capability (MCC), dan Emotional Regulation: Improving (ER-IMP) berpengaruh positif terhadap Leadership Effectiveness (LE), dimana peningkatan SL, MCC, dan ER-IMP akan meningkatkan LE. Sedangkan Emotional Regulation: Worsening (ER-WOR) berpengaruh negatif terhadap Leadership Effectiveness (LE), yang artinya semakin tinggi Emotional Regulation: Worsening (ER-WOR), maka LE akan menurun.
Ditemukan pula bahwa variabel Leadership Effectiveness berpengaruh langsung positif terhadap Organization Performance (OP). Dari sisi pengaruh variabel mediasi LE terhadap masing-masing variabel SL, MCC, ER-IMP dan ER-WOR 媼dalam mempengaruhi OP, hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel LE dapat menjadi variabel mediasi secara parsial dengan pengaruh tidak langsung terbesar diberikan pada variabel MCC dalam mempengaruhi OP.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan kognitif pimpinan rumah sakit Muhammadiyah menjadi salah satu kunci utama dalam mempengaruhi kinerja organisasi. Sangat penting bagi pimpinan rumah sakit Muhammadiyah untuk memahami dan menerapkan konsep kepemimpinan yang melayani karyawan, pasien, dan Muhammadiyah sebagai suatu organisasi.
Kemampuan pimpinan rumah sakit dalam mengatur emosinya juga harus terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan konseling untuk menjaga kesehatan mentalnya. Selain itu, pelatihan kepemimpinan dan peningkatan kapasitas kognitif manajerial pimpinan rumah sakit Muhammadiyah harus dilakukan secara berkala dan dimonitoring pada tataran pelaksanaan. Sasaran yang ingin dicapai adalah rumah sakit Muhammadiyah dapat terus berperan dan berkontribusi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan tetap mengedepankan asas pelayanan.
Penulis:
Informasi lengkap tentang artikel bisa diakses pada tautan berikut:





