51动漫

51动漫 Official Website

Klinik Battra Jadi Wadah Mahasiswa Abdikan Diri pada Masyarakat

Mahasiswa Battra Fakultas Vokasi UNAIR dalam pengabdian masyarakat 'Klinik Battra' (Foto: Istimewa)
Mahasiswa Battra Fakultas Vokasi UNAIR dalam pengabdian masyarakat 'Klinik Battra' (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Prodi Pengobatan Tradisional (Battra) Fakultas Vokasi (FV) 51动漫 (UNAIR) selenggarakan kegiatan Klinik Battra UNAIR. Kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian masyarakat (pengmas) dari pihak program studi. Kegiatan berlangsung selama satu bulan mulai dari (6/5/2024) hingga (7/6/2024), dengan hitungan waktu hari aktif kerja dan berlangsung di Teaching Factory Airlangga Wellness Center, Kampus Dharmawangsa-B, 51动漫.

Program Klinik Battra UNAIR ini merupakan program yang langsung dinaungi oleh kepala program studi (kaprodi) sebagai bentuk proyek akhir sekaligus uji kompetensi mahasiswa. Program tersebut baru berlangsung pada semester ini, dengan mahasiswa yang terkait adalah periode angkatan 2021-2022.

淜egiatan ini perdana di prodi kami karena dosen menginginkan adanya bentuk PKL dan sebagai bentuk pengabdian yang terjun langsung menangani pasien, terang Isa Khobar Ulum selaku ketua pelaksana.

Menurut keterangan Isa, program Klinik Battra ini juga sebagai media untuk branding prodi mereka agar lebih dikenal oleh masyarakat. Pasalnya, Prodi Pengobatan Tradisional di UNAIR ini telah berdiri selama sembilan belas tahun, tetapi masih banyak masyarakat yang belum tahu atas adanya prodi tersebut.

Senada dengan Isa, Neeza, mahasiswa yang terlibat dalam pengmas menuturkan, program ini bertujuan untuk uji kompetensi mahasiswa. 淧rogram ini untuk uji kompetensi dan nilai akhir dari beberapa matkul karena ada beberapa mata kuliah terapan. Kemudian kami juga sudah semester akhir, jadi teori-teori sudah habis semua, sehingga kompetensi akupunktur, pijat, dan herbal dibebankan pada PKL sebagai proyek akhir, ujarnya.

Program yang berlangsung selama satu bulan ini rupanya sangat disambut oleh masyarakat setempat. Praktik tersebut dibuka umum untuk berbagai kalangan usia, dengan layanan yang tidak dipungut biaya. Akses pendaftaran pun mudah, hanya datang ke tempat dan lakukan registrasi di resepsionis. Kemudian sebelum tindakan, pasien diperiksa berdasarkan keluhan, hasilnya dianalisis, baru ditentukan terapis serta tindakan yang tepat.

淎ntusias masyarakat ini di luar ekspektasi karena sehari bisa mencapai lima puluh hingga enam puluh pasien, dan berlangsung secara konstan. Jadi kurang lebih masing-masing terapis bisa menangani dua sampai tiga pasien, ujar Isa.

Layanan yang disajikan berupa akupunktur, pijat, dan bekam kering dengan metode Cina. Kemudian jangka waktu dalam pelayanan pasien juga berbeda-beda, untuk akupunktur lima belas hingga dua puluh menit, dan pijat tiga puluh hingga empat puluh lima menit, sedangkan bekam kering sendiri jarang dilakukan karena keterbatasan informasi masyarakat akan metodenya. 

Antusias warga yang membludak tersebut, cukup membuat mereka kaget. Namun hal tersebut dapat teratasi dengan mudah. Pasalnya keterbatasan ruang praktek juga area parkiran yang kurang memadai.

淜arena tiba-tiba banyak pasien, permasalahan yang terjadi di parkiran yang membludak. Area cukup terbatas, kemudian ga ada izin parkir, ga ada satpam, dan cctv, ujar Isa.

淩uangan yang tersedia juga hanya dua ruangan, dengan tiga bed untuk perempuan dan dua bed laki-laki. Jadi, para pasien yang antri cukup menunggu. Namun Alhamdulillah mereka tidak komplain untuk menunggu antrian itu, sambung Neeza.

Penulis: Annisa Nabila

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT