51动漫

51动漫 Official Website

Kolaborasi BBK-7 UNAIR Prambangan dan Kampung Dolanan Hadirkan Program Sehari Tanpa Gadget

Mahasiswa BBK-7 51动漫 Desa Prambangan berkolaborasi dengan Kampung Dolanan mendampingi anak-anak UPT SDN 26 GRESIK dalam kegiatan bermain bersama permainan tradisional sebagai upaya meminimalisir penggunaan gadget sehari-hari. (Foto : TIM BBK)
Mahasiswa BBK-7 51动漫 Desa Prambangan berkolaborasi dengan Kampung Dolanan mendampingi anak-anak UPT SDN 26 GRESIK dalam kegiatan bermain bersama permainan tradisional sebagai upaya meminimalisir penggunaan gadget sehari-hari. (Foto : TIM BBK)

UNAIR NEWS Mahasiswa Kelompok BBK-7 51动漫 (UNAIR) Desa Prambangan bekerja sama dengan komunitas Kampung Dolanan menggelar program Sehari Tanpa Gadget. Hal itu bertujuan untuk menghadirkan pembelajaran alternatif berbasis permainan tradisional bagi siswa sekolah dasar. Program itu bertujuan mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai sekaligus meningkatkan aktivitas fisik, interaksi sosial, dan pendidikan karakter melalui metode edukatif yang menyenangkan. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 26 GRESIK pada Rabu (21/1/2026).

Salah satu tim BBK-7 UNAIR Prambangan, Harith Fajar Al Furqan, menyampaikan bahwa program ini bertujuan meningkatkan aktivitas fisik, interaksi sosial, dan pendidikan karakter siswa melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan. Program itu dilatarbelakangi hasil observasi dan wawancara dengan guru serta orang tua yang menunjukkan tingginya penggunaan gawai pada anak, sehingga permainan tradisional semakin jarang dimainkan.

淢elalui program Sehari Tanpa Gadget, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang berbeda bagi anak-anak. Tidak hanya sebagai sarana bermain, permainan tradisional juga mampu melatih kerja sama, sportivitas, serta meningkatkan aktivitas fisik anak secara alami, jelasnya.

Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa BBK-7 UNAIR Prambangan mengusung intervensi pembelajaran berbasis budaya lokal yang relevan dengan tantangan era digital. Program Sehari Tanpa Gadget melibatkan siswa kelas I hingga VI melalui enam pos permainan tradisional, yaitu egrang bambu, aboba, boy-boyan, kopral, wenga Papua, dan lompat tali. Setiap kelas secara bergantian mengunjungi seluruh pos permainan dengan durasi 15 menit di setiap pos.

Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa BBK-7 UNAIR Prambangan bersama fasilitator dari Kampung Dolanan memberikan sosialisasi singkat mengenai pentingnya membatasi penggunaan gawai, sekaligus mendemonstrasikan aturan permainan di masing-masing pos. Fasilitator Kampung Dolanan, Cak Mus, menekankan pentingnya pengenalan permainan tradisional sejak dini sebagai bentuk pelestarian budaya. 淪alah satu cara terbaik untuk melestarikan permainan tradisional yaitu memperkenalkannya sejak dini, ujarnya.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan melalui kerja sama tim, sportivitas, serta interaksi sosial yang intens. Salah seorang guru sekolah turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. 

淜ami berterima kasih karena anak-anak sudah dikenalkan dengan permainan tradisional. Saat ini anak-anak lebih cenderung bermain gadget, padahal permainan tradisional sangat baik untuk kesehatan motorik dan perkembangan sosial mereka, tuturnya.

Melalui program ini, mahasiswa BBK-7 UNAIR Prambangan berharap Sehari Tanpa Gadget dapat menjadi model pembelajaran alternatif yang berkelanjutan di sekolah dasar. Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengalaman serta SDGs poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi mahasiswa BBK-7 UNAIR Prambangan dengan komunitas Kampung Dolanan.

Penulis : Dheva Yudistira Maulana

Editor : Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT