51动漫

51动漫 Official Website

Kolaborasi Mahasiswa Psikologi di RSJ Lawang Dukung SDG 3 & 4

Interaksi dan Observasi Pasien Kesehatan Mental (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Kesehatan mental di Indonesia masih kerap diselimuti stigma, padahal menjadi bagian penting dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ketiga, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan sejahtera. Menyadari urgensi tersebut, delapan mahasiswa Fakultas Psikologi 51动漫, yaitu Vicha Dewi Setia Ningrum, Rio Alvian Syah, Nadiyah Naila Salsabila, Ariella Daffa Nareswari Hartono, Khailila Arumdapta, Annisa Alizee Ramadhani, Kayla Rizky Putri, dan Amelia Nurdiana, berkolaborasi melaksanakan program magang yang disetarakan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Kegiatan ini menjadi wadah implementasi ilmu psikologi secara langsung di lapangan.

Mahasiswa terlibat aktif di bangsal rawat inap dan poli klinik untuk memahami dinamika psikologis pasien. Tidak hanya melakukan observasi dan administrasi tes, mereka juga membangun rapport melalui interaksi sehari-hari dengan Orang Dalam Masalah Kesehatan Mental (ODMK). Pendekatan ini menekankan pentingnya ruang aman bagi pasien untuk didengar tanpa penghakiman sebagai bagian dari proses pemulihan.

Selain ranah klinis, program ini juga berkontribusi pada SDGs poin keempat terkait pendidikan berkualitas. Mahasiswa melakukan asesmen psikologi berupa tes inteligensi dan kesiapan belajar pada siswa sekolah dasar di institusi mitra. Upaya ini bertujuan membantu guru dan orang tua memahami potensi anak secara lebih objektif sehingga dapat merancang pembelajaran yang sesuai.

Lebih lanjut, kegiatan promotif diwujudkan melalui pembuatan video psikoedukasi tentang pentingnya dukungan sosial dalam rehabilitasi pasien ODGJ. Konten ini diharapkan mampu mengurangi stigma dan mendorong masyarakat menjadi lebih suportif.

Pada akhirnya, integrasi praktik klinis dan psikoedukasi memberikan pengalaman transformatif sekaligus kontribusi nyata bagi kesehatan mental dan pendidikan. Harapannya, langkah ini mampu memantik kesadaran untuk menghapus stigma dan menciptakan lingkungan yang inklusif.

Penulis: Tim KKN-BBK Penyetaraan RSJ Lawang UNAIR

AKSES CEPAT