UNAIR NEWS “ Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang besar di Indonesia. Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dalam jumlah kasus TBC, dengan diperkirakan sekitar 1.090.000 kasus baru setiap tahun pada tahun 2023. Jumlah ini menunjukkan masih tingginya beban penyakit menular di negara kita dan kebutuhan upaya deteksi serta penanganan yang lebih luas lagi.
Secara regional, Provinsi Jawa Timur termasuk salah satu provinsi dengan jumlah kasus TBC tertinggi di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan mencatat bahwa Jawa Timur menyumbang sekitar 116.752 kasus TBC dari total temuan nasional pada tahun terakhir, menjadikannya provinsi dengan beban kasus terbesar kedua setelah Jawa Barat. Tingginya angka tersebut tidak terlepas dari faktor kepadatan penduduk dan mobilitas masyarakat yang tinggi, yang berkontribusi terhadap penularan penyakit ini.
Tantangan Pengendalian TBC
Kota Surabaya sebagai salah satu kota besar di Jawa Timur juga menghadapi tantangan dalam pengendalian TBC, terutama pada wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Oleh karena itu, peran fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas pembantu, menjadi sangat penting dalam upaya skrining, deteksi dini, serta edukasi kepada masyarakat.
Mahasiswa Kedokteran angkatan 2023 melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa skrining dan edukasi tuberkulosis (TBC) di Puskesmas Pembantu Wonokusumo, Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif dalam mendukung pengendalian penyakit menular di tingkat layanan kesehatan primer.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan skrining awal kepada pasien yang datang berobat dengan melakukan wawancara terkait gejala yang mengarah pada tuberkulosis, seperti batuk lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, penurunan berat badan, serta riwayat kontak dengan penderita TBC. Proses ini bertujuan untuk mendeteksi kasus suspek secara dini agar dapat segera ditindaklanjuti.
Selain skrining berbasis anamnesis, fasilitas pemeriksaan penunjang seperti rontgen (X-ray) juga tersedia di puskesmas pembantu untuk membantu evaluasi lebih lanjut pada pasien dengan kecurigaan klinis TBC. Keberadaan pemeriksaan radiologi ini menjadi salah satu langkah penting dalam menunjang penegakan diagnosis secara lebih komprehensif.
Edukasi Pasien
Mahasiswa juga memberikan edukasi langsung kepada pasien dan keluarga yang mendampingi mengenai cara penularan TBC, pentingnya etika batuk, penggunaan masker bagi pasien dengan gejala respirasi, serta pentingnya menyelesaikan pengobatan hingga tuntas guna mencegah terjadinya resistensi obat. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan kepatuhan terapi.
Antusiasme masyarakat terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait prosedur pemeriksaan, durasi pengobatan, serta risiko penularan dalam lingkungan rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa peran edukasi kesehatan di fasilitas pelayanan primer sangat penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tuberkulosis.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kedokteran angkatan 2023 memperoleh pengalaman langsung mengenai peran puskesmas pembantu dalam pengendalian penyakit menular. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta memperkuat komitmen mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai calon tenaga kesehatan yang tidak hanya berfokus pada kuratif, tetapi juga promotif dan preventif.
Kontribusi Terhadap SDG
Tuberkulosis tidak hanya menjadi isu kesehatan lokal, tetapi juga merupakan bagian dari tantangan kesehatan global yang menjadi perhatian dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Kegiatan skrining dan edukasi yang dilakukan mahasiswa Kedokteran angkatan 2023 ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 yaitu Good Health and Well-Being, melalui upaya peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan pendekatan promotif dan preventif, serta deteksi dini kasus tuberkulosis di tingkat komunitas.
Selain itu, kegiatan ini juga berkaitan dengan tujuan ke-4 yaitu Quality Education, karena memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar berbasis praktik melalui kegiatan pengabdian masyarakat, diskusi ilmiah, serta kolaborasi akademik lintas institusi. Interaksi edukatif dan diskusi mengenai tuberkulosis bersama mahasiswa dan dosen dari Universiti Management and Science (MSU), Malaysia, turut memperkaya wawasan global serta meningkatkan pemahaman mengenai penanganan penyakit menular dalam perspektif internasional.





