51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Kombinasi Antosianin Ternatin dan Hidroksiapatit/Î’-Trikalsium Fosfat Coralline sebagai Biomaterial Pengawet Soket pada Implan Gigi

Foto by Alodokter

Pencabutan gigi merupakan perawatan bedah dengan prevalensi 21,5%. Pasca pencabutan gigi dapat menimbulkan manifestasi klinis berupa resorpsi tulang alveolar di sekitar soket pada dimensi vertikal sebesar 11-22% dan horizontal sebesar 29-63% selama 6 bulan pertama. Lebar resorpsi tulang dapat mencapai 3,87 mm sedangkan tinggi resorpsi tulang mencapai 1,67“2,03 mm pada 3 bulan pertama setelah pencabutan. Kondisi ini akan mengurangi keberhasilan perawatan fungsi stomatognatik seperti implan gigi sehingga diperlukan perawatan untuk mengembalikan dimensi tulang alveolar.

Preservasi soket adalah prosedur terapeutik untuk menghambat resorpsi tulang yang berlebihan dan mengembalikan kuantitas dan kualitas jaringan tulang mendekati normal setelah pencabutan gigi. Pertimbangan preservasi soket adalah penundaan implan terkait dengan kondisi pasien, ada beberapa alasan penundaan pemasangan implan gigi lebih dari 6 bulan, dan ada rencana penggunaan gigi tiruan sebagian cekat berupa pontik. Pelestarian soket dapat meningkatkan osseointegrasi implan, memiliki penggunaan jangka panjang, dan mengurangi risiko komplikasi.

Cangkok tulang adalah bahan yang berfungsi sebagai perancah untuk meningkatkan proliferasi sel dan pembuluh darah serta mempertahankan ruang untuk regenerasi tulang baru. Ada berbagai jenis biomaterial cangkok tulang yang dapat digunakan, yaitu autograft, allograft, xenograft, dan alloplast. Autograft adalah biomaterial yang berasal dari individu yang sama, allograft berasal dari individu yang berbeda, xenograft adalah biomaterial yang berasal dari spesies lain, sedangkan alloplast adalah bahan sintetik seperti kalsium fosfat, polimer, dan kaca. Penggunaan biomaterial autograft dapat menimbulkan risiko morbiditas bagi individu, sedangkan biomaterial allograft dapat menularkan penyakit kepada pasien. Risiko alergi dapat muncul dari penggunaan biomaterial dari xenograft dan alloplast. Namun, risiko alergi dapat dikurangi melalui sintesis dari bahan yang digunakan.

Salah satu inovasi biomaterial sebagai preservasi soket untuk pemasangan implan gigi adalah kombinasi Anthocyanin ternatin dan hidroksiapatit/β-trikalsium fosfat (HA/β-TCP) coralline. Antosianin ternatin merupakan senyawa flavonoid dari bunga telang (Clitoria ternatea) yang berpotensi sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Hydroxyapatite/β-tricalcium phosphate (HA/β-TCP) coralline merupakan kombinasi biokeramik bahan dari karang Porites spp. yang tersebar di seluruh lautan Indonesia dan memiliki struktur trabekula mirip tulang dengan permukaan berpori halus. HA/β-TCP memiliki sifat kelarutan tinggi yang berpotensi meningkatkan osteogenesis, osteokonduktivitas, dan osteoinduksi. Kombinasi anthocyanin ternatin dan HA/β-TCP coralline berperan sebagai scaffold yang diaplikasikan pada area defek dalam bentuk serbuk kering untuk menginduksi regenerasi tulang, menginduksi kolonisasi sel osteogenik, dan mengontrol proses inflamasi untuk memperbaiki alveolar. cacat tulang yang menyediakan lingkungan yang baik untuk penyisipan implan gigi. Tinjauan naratif ini disusun untuk mendeskripsikan mekanisme kombinasi antosianin ternatin dan hidroksiapatit/β-trikalsium fosfat (HA/β-TCP) coralline sebagai biomaterial pengawet soket pada implan gigi.

Kombinasi anthocyanin ternatin dan serbuk kering HA/β-TCP coraline diaplikasikan pada soket gigi setelah pencabutan. Antosianin ternatin menghambat pembentukan reactive oxygen species (ROS) dan inducible nitric oxid synthase (iNOS) sehingga fosforilasi IkBa oleh kompleks IKK terhambat yang mengakibatkan terhambatnya migrasi nuclea factor kappa β (NF-kβ) ke nukleus. Hal ini mengakibatkan penurunan fosforilasi NF-kB sebagai mediator inflamasi. Penurunan faktor nuklir kappa beta terfosforilasi (p-NF-kB) menyebabkan penghambatan aktivasi domain pirin keluarga NLR yang mengandung 3 (NLRP3). NLRP3 adalah inflamasiom yang mengatur ekspresi sitokin pro inflamasi. Penurunan NLRP3 mengakibatkan downregulasi tumor necrosis factor alpha (TNF-α) dan interleukin 1β/6 (IL-1β/6) yang bermanifestasi dalam penurunan receptor activator of nuclear factor kappa beta ligand (RANKL) dan macrophage colony-stimulating ekspresi faktor (M-CSF). Penurunan kedua protein ini mengakibatkan penurunan ekspresi c-Fos dan faktor nuklir sel T teraktivasi 1 (NFATc1) yang bermanifestasi dalam penurunan aktivitas transkripsi asam fosfatase tahan asam tartrat (TRAP). Kondisi ini disertai dengan penurunan ekspresi V-ATPase-d2, cathepsin K, dan reseptor kalsitonin yang mengakibatkan terhambatnya proses osteoklastogenesis.

Antosianin ternatin merupakan senyawa flavonoid dari bunga telang dengan kemampuan menghambat jalur inflamasi dengan menurunkan ekspresi ROS dan iNOS. Coraline HA/β-TCP memiliki sifat osteokonduktivitas dan osteoinduksi tinggi yang berperan penting dalam regenerasi jaringan tulang. Kombinasi anthocyanin ternatin dan HA/β-TCP coraline yang diaplikasikan pada soket gigi setelah pencabutan dapat meningkatkan dimensi tulang alveolar untuk persiapan pemasangan implan gigi. Menurut review ini, kombinasi anthocyanin ternatin dan HA/β-TCP coralline berpotensi sebagai biomaterial preservasi soket pada implan gigi.

Penulis: Alexander Patera Nugraha

Link lengkap:

AKSES CEPAT