Radikal bebas adalah senyawa yang memiliki elektron bebas atau elektron yang tidak berpasangan. Radikal bebas yang paling banyak dikenal yaitu spesies oksigen reaktif (reactive oxygen species/ROS) dan spesies nitrogen reaktif (reactive nitrogen species/RNS). Kelebihan produksi ROS dan RNS menyebabkan kerusakan makromolekul seperti asam nukleat, protein, enzim, dan lipid di beberapa organ. ROS dan RNS menyebabkan gangguan seperti penuaan, aterosklerosis, malaria, diabetes, cedera hati, Alzheimer, epilepsi, Parkinson, karsinogenesis, dan peristiwa patologis lainnya. ROS juga bertanggung jawab untuk induksi nyeri dan memainkan peran penting sebagai molekul pensinyalan dan mediator peradangan. Antioksidan secara efektif melindungi tubuh dari kerusakan oleh spesies oksigen reaktif, yang dapat berfungsi sebagai obat untuk beberapa penyakit.
Saat ini, pencarian antioksidan dari tumbuhan telah banyak dilakukan. Senyawa antioksidan yang berbeda telah diisolasi dari berbagai spesies tanaman obat. Tanaman obat mengandung banyak molekul bioaktif, seperti alkaloid, asam fenolik, terpen, tanin, lignan, dan flavonoid. Flavonoid dan senyawa fenolik lainnya dikenal sebagai molekul fitokimia terbesar dengan agen antioksidan dan bioaktif, mereka tersebar luas di dalam tanaman. Senyawa fenolik pada tanaman adalah asam fenolat, flavonoid, tanin, proantosianidin, stilben, dan lignan. Senyawa kelompok fenolik ini memiliki aktivitas biologis, termasuk hepatoprotektif, anti-inflamasi, analgesik, antipiretik, antikanker, antirematik, antimikroba, kardioprotektif, meningkatkan sistem imun, dan perlindungan kulit dari radiasi UV.
Luvunga sarmentosa (BI.) Kurz adalah tanaman yang termasuk dalam famili Rutaceae, dan dikenal dengan nama daerah Saluang Belum. Tanaman ini telah digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati sakit gigi, nyeri anggota tubuh, dan rematik. Skrining fitokimia terhadap Saluang Belum telah dilakukan dan teridentifikasi beberapa senyawa triterpen, kumarin, dan alkaloid akridon. Daunnya mengandung senyawa triterpenoid apotirucallane bernama luvungins A-G, 1伪-acetoxyluvungin A, kumarin ostruthin, 8-geranyl-7-hydroxycoumarin, triterpen friedelin, flindissone, melianone, niloticin, limonin, triterpenoid apotirucallane baru (3-epi-skimmiarepin A dan 21,23-epoxy 7R,21-dihydroxyapotirucalla-14,24-dien-3-one), dan 3-epi-flindissol (triterpen tirucallane baru).
Eurycoma longifolia Jack (famili Simaroubaceae) merupakan tanaman semak liar yang tersebar luas di Indonesia, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laos, dan Thailand. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Pasak Bumi dan secara tradisional telah digunakan untuk mengobati sakit pinggang, gangguan pencernaan, demam, sakit kuning, diare, menambah tenaga, dan kanker. Pasak Bumi adalah salah satu obat rakyat paling populer untuk efek afrodisiak dan pengobatan malaria. Tumbuhan ini merupakan sumber yang kaya akan berbagai senyawa bioaktif, termasuk alkaloid, quassinoid, polifenol, flavonoid, polisakarida, triterpenoid. Senyawa utama dalam Pasak Bumi adalah berbagai jenis senyawa quassinoids seperti eurycumanone, eurycomanol, eurycomadilactone dan eurylactone.
Kombinasi Saluang Belum dan Pasak Bumi banyak diresepkan dalam pengobatan tradisional oleh suku Dayak setempat di Kalimantan Tengah, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek antioksidan dan analgesik dari kombinasi ekstrak Saluang Belum dan Pasak Bumi. Aktivitas antioksidan ditentukan melalui uji anti-radikal bebas dengan reagen DPPH. Efek analgesik ditentukan dengan tes menggeliat yang diinduksi asam asetat dan tes hot plate pada tikus jantan. Hasil uji menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak (IC50 162,5 卤 0,21 碌g/mL) memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi bila dibandingkan dengan pemberian masing-masing ekstrak Saluang Belum (IC50 200,20 卤 0,23 碌g/mL) dan ekstrak Pasak Bumi (IC50 293.45 卤 0.32 碌g/mL). Semua ekstrak menunjukkan aktivitas analgesik yang signifikan pada pengujian model nyeri yang diinduksi asam asetat dan hot plate. Dosis yang lebih tinggi (550 mg/kg) menghasilkan penghambatan menggeliat yang signifikan masing-masing sebesar 67,60 卤 2,76, 56,45 卤 2,34, dan 68,64 卤 1,65% pada kombinasi ekstrak, ekstrak Saluang Belum dan ekstrak Pasak Bumi. Maksimal efek analgesik yang ditimbulkan oleh kombinasi ekstrak, ekstrak Saluang Belum dan ekstrak Pasak Bumi pada model uji hot plate dosis 550 mg/kg BB adalah 25,32%, 16,04%, dan 26,72%. Kombinasi ekstrak memiliki aktivitas analgesik lebih tinggi dari ekstrak tunggal. Ekstrak lebih efektif untuk analgesik perifer daripada sentral. Mekanismenya mungkin terkait dengan menghambat pelepasan mediator inflamasi. Aktivitas antioksidan dan analgesik yang tinggi di kombinasi ekstrak relevan dengan kandungan total flavon dan fenol yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak tunggal.
Kombinasi ekstrak Saluang Belum dan Pasak Bumi menunjukkan aktivitas antioksidan dan analgesik yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak masing-masing. Hal ini membuktikan bahwa pengobatan dengan kombinasi dapat meningkatkan efek farmakologis. Kombinasi ekstrak tersebut tergolong aktivitas antioksidan yang moderat dan lebih efektif untuk analgesik perifer.
Penulis: Prof. Dr. Achmad Fuad Hafid, M.S
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Hafid AF, Ilmi H, Islamiati U, Nisa HK, Tumewu L, Adianti M, Wahyuni TS, Suciati S, Widyawaruyanti A. The combination of Luvunga sarmentosa (BI.) and Eurycoma longifolia Jackhydro-alcoholic extract as a source of antioxidant and analgesic agent. J Res Pharm. 2023; 27(2): 642-651.





