51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Kombinasi Studi Anti Kanker Insilico dan In Vitro Annonacin: Modulasi Ekspresi PD-L1 dan IFN-γ dan Induksi Apoptosis

Ilustrasi kanker (sumber: cancercenter.com)
Ilustrasi kanker (sumber: cancercenter.com)

Kanker terus meningkat secara global dan menjadi salah satu penyebab utama kematian, dengan jutaan kasus baru setiap tahunnya. Dua mekanisme penting dalam perkembangan kanker adalah penghindaran apoptosis dan pengelakan sistem imun, yang membuat sel kanker sulit dikendalikan dan resisten terhadap terapi. Selama lebih dari tiga dekade, induksi apoptosis telah menjadi strategi utama terapi kanker non-bedah, sementara terapi imun”terutama dengan menargetkan checkpoint imun seperti PD-L1”telah merevolusi pengobatan kanker modern.

PD-L1 adalah protein penting yang memungkinkan sel kanker menghindari pengawasan imun. Ekspresinya dipengaruhi oleh sitokin seperti IFN-γ, yang berperan besar dalam imunotas kanker. Menghambat PD-L1 terbukti dapat memulihkan respon imun sekaligus meningkatkan apoptosis pada berbagai tipe kanker. Selain imunoterapi, senyawa alami telah lama menjadi sumber kandidat obat antikanker karena toksisitas rendah dan efek samping minimal. Salah satunya adalah annonacin, senyawa bioaktif dari tanaman genus Annona, yang terbukti mampu memicu apoptosis melalui aktivasi Bax dan caspase-3 di beberapa jenis sel kanker. Namun, efek imunomodulator annonacin, khususnya terhadap PD-L1 dan IFN-γ, masih jarang dieksplorasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi annonacin dalam menginduksi apoptosis sekaligus menekan ekspresi PD-L1 dan IFN-γ pada sel kanker payudara triple-negatif (TNBC). Pendekatan in silico digunakan untuk pemodelan molekuler, sementara uji in vitro dilakukan untuk memvalidasi aktivitas biologis dan efektivitas terapinya.

Metode dan Hasil Penelitian

Interaksi ikatan antara annonasin dengan PD-L1 (PDB ID: 6PV9) dan IFN-γ (PDB ID: 1FG9) diprediksi menggunakan pendekatan molecular docking. Uji in vitro dilakukan pada sel kanker payudara 4T1, yang diberi perlakuan dengan annonasin pada rentang konsentrasi 1,5“25 µg/mL. Analisis meliputi: Apoptosis menggunakan Annexin V-FITC assay, Sitotoksisitas melalui uji MTT, serta Ekspresi PD-L1 dan IFN-γ menggunakan flow cytometry.

Hasil molecular docking menunjukkan bahwa nilai afinitas ikatan annonasin terhadap IFN-γ dan PD-L1 masing-masing adalah -5,2 kcal/mol dan -5,0 kcal/mol. Kompleks annonasin“PD-L1 membentuk empat ikatan hidrogen serta berinteraksi dengan residu asam amino penting lainnya, yang memberikan stabilitas tambahan melalui interaksi hidrogen dan hidrofobik.

Pada uji sitotoksisitas, annonasin menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 15 µg/mL dengan indeks selektivitas (SI) sebesar 2,6 pada sel 4T1, yang mengindikasikan efek sitotoksik bergantung dosis. Analisis flow cytometry mengonfirmasi induksi apoptosis, ditunjukkan dengan meningkatnya populasi sel pada fase apoptosis lanjut pada konsentrasi annonasin ≥6,25 µg/mL. Selain itu, ekspresi PD-L1 dan IFN-γ mencapai puncak pada konsentrasi 6,25 µg/mL, kemudian mengalami penurunan secara signifikan pada konsentrasi lebih tinggi, khususnya pada 25 µg/mL.

Penelitian ini menunjukkan bahwa annonasin mampu memodulasi ekspresi PD-L1 dan IFN-γ secara bergantung dosis serta menginduksi apoptosis pada sel kanker payudara 4T1. Temuan ini mendukung potensi annonasin sebagai agen antikanker imunomodulator yang menjanjikan.

Penulis: Sri Agus Sudjarwo

Informasi detil dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di  Yunani R, Sudjarwo SA, Effendi MH, Kurnijasanti R, and Hidayah N (2025) Annonacin induces apoptosis and modulates programmed death-ligand 1 and interferon-gamma expression in triple-negative breast cancer: Integrated in silico and in vitro analysis, Veterinary World, 18(8): 2241“2251. doi: 10.14202/vetworld.2025.2241-2251 OPEN

AKSES CEPAT