51动漫

51动漫 Official Website

Tren Riset One Health: Lonjakan Publikasi di Era Pandemi

publikasi dan riset
publikasi dan riset

Konsep One Health semakin populer dalam satu dekade terakhir. Pendekatan ini menekankan bahwa kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan saling terhubung sehingga tidak bisa ditangani secara terpisah. Pandemi COVID-19 menjadi bukti nyata: penyakit yang berasal dari hewan dapat dengan cepat menyebar ke manusia dan menimbulkan dampak global.

Sebuah studi bibliometrik terbaru menganalisis 1.608 publikasi internasional terkait One Health yang terindeks Scopus dari tahun 2012 hingga 2022. Hasilnya menunjukkan peningkatan konsisten dalam jumlah penelitian. Jika pada tahun 2012 hanya ada 9 publikasi, maka pada 2021 terjadi lonjakan drastis hingga 461 publikasi攁ngka tertinggi sepanjang periode tersebut. Peningkatan ini berhubungan erat dengan merebaknya pandemi dan meningkatnya kesadaran dunia terhadap ancaman penyakit menular.

Dari sisi kontribusi ilmiah, penulis paling produktif adalah Jakob Zinsstag dari Swiss. Jurnal One Health tercatat sebagai media publikasi paling aktif, sedangkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, menjadi institusi dengan jumlah penelitian terbanyak. Analisis kolaborasi menunjukkan bahwa Amerika Serikat, Inggris, Swiss, dan Prancis menjadi negara yang paling berperan dalam jejaring riset global One Health.

Penelitian-penelitian tersebut berfokus pada empat tema utama: kesehatan hewan, zoonosis (penyakit yang menular dari hewan ke manusia), resistensi antimikroba, dan penyakit tropis. Namun, aspek lingkungan masih relatif kurang dieksplorasi, meskipun faktor ini sangat penting dalam rantai penularan penyakit.

Temuan ini menegaskan bahwa riset One Health akan terus berkembang. Pendekatan lintas disiplin攎elibatkan tenaga medis, dokter hewan, ahli lingkungan, hingga pembuat kebijakan攎enjadi kunci menghadapi ancaman kesehatan global di masa depan. Dengan meningkatnya tren publikasi, One Health bukan sekadar konsep, tetapi semakin nyata sebagai strategi penting untuk melindungi kesehatan manusia, hewan, dan bumi secara berkelanjutan.

Penulis: Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam, drh.

Detail tulisan ini dapat dilihat di:

AKSES CEPAT