UNAIR NEWS – 51动漫 (UNAIR) tak sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakatnya. Berbagai komunitas hadir sebagai ruang eksplorasi, salah satunya adalah Komunitas Robotika 51动漫 ().
Berada di bawah naungan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (). KOMBO UNAIR resmi terbentuk tahun 2021. Komunitas ini kemudian menjadi ruang pengembangan potensi mahasiswa yang tertarik belajar dan berkompetisi dalam teknologi robotik ke tingkat nasional hingga internasional.
Capaian Segudang Prestasi
Arfandi Qurrata檃in, Ketua KOMBO UNAIR, menceritakan bahwa komunitas ini lahir dari semangat mahasiswa FTMM mengikuti perlombaan robotika tingkat nasional. Dengan bimbingan Rodik Wahyu Indrawan SST MTrT, tim itu berhasil meraih juara ketiga dalam Kontes Robot Tematik Indonesia untuk pertama kalinya.
Berangkat dari visi misi untuk membangun ikatan yang kuat, KOMBO UNAIR terus berkomitmen penuh dalam meningkatkan capaian prestasi dan membangun mental serta karakter anggotanya. 淜ami berupaya menciptakan lingkungan budaya prestatif juga menjalin hubungan erat dengan alumni untuk kolaborasi yang lebih produktif, tutur Fandi.
Kini, KOMBO UNAIR tercatat aktif mengikuti berbagai kompetisi bergengsi. Termasuk keikutsertaannya dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI). 淜ami mengikuti berbagai kategori lomba, seperti Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI), Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI), dan Kontes Robot Bawah Air Indonesia (KRBAI). Untuk KRTI, kami juga berpartisipasi dalam Racing Plane (RP), Fixed Wing (FW), Vertical Take-Off and Landing (VTOL), serta Technology Development (TD), jelas Fandi.
Selama empat tahun terakhir, komunitas itu turut mencetak berbagai prestasi. 淭im kami berhasil lolos ke tingkat nasional dan meraih posisi 16 besar untuk FW, RP, dan KRAI. Tim KRBAI masuk 9 besar nasional, tim VTOL berhasil meraih posisi 4 di KRTI 2023, dan tim KRTMI berhasil meraih juara 3 nasional di KRI 2021 dan 2024, ungkapnya dengan bangga.
Kontribusi KOMBO UNAIR
Fandi menyebut pula bahwa dalam proses pengembangan robotik, tim KOMBO selalu menyesuaikan desain robot dengan regulasi terbaru dari perlombaan. 淜ami mulai dengan mencari referensi metode terbaik, lalu merancang desain robot, membuat prototipe, hingga melakukan perakitan dan uji coba, tuturnya.
Selain untuk kompetisi, Fandi juga menjelaskan bahwa robot yang timnya rakit itu memiliki andil besar dalam kehidupan masyarakat. 淜ami pernah membuat Robot Pemilah Sampah berbasis kecerdasan buatan yang mendeteksi dan memilah sampah otomatis. Ada juga robot bawah air untuk membantu penanaman koral serta mendeteksi penyakit rumput laut. Bahkan, kami mengembangkan robot drone dan VTOL untuk misi SAR dan pengantaran barang, tambahnya.
Terdiri dari anggota dengan beragam peran, seperti pemrograman, sistem kelistrikan, desain robot, hingga administrasi. KOMBO UNAIR kian membangun kekompakan melalui workshop dan sesi latihan rutin. Fandi pun berharap KOMBO UNAIR dapat terus berkembang dan bersaing di ajang internasional. 淜ami ingin membawa KOMBO UNAIR lebih jauh dalam dunia robotika dan bisa mendapatkan Juara di tiap lombanya, tutupnya dengan optimis.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah
Editor: Edwin Fatahuddin Ariyadi Putra





