UNAIR NEWS – Chuo University merupakan salah satu mitra kerja sama Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 51动漫 yang telah menjalin hubungan cukup lama. Kerja sama tersebut dipelopori oleh Dwi Anggoro Hadiutomo PhD, Dosen Departemen Studi Kejepangan yang merupakan salah satu alumni universitas di pinggiran Kota Tokyo tersebut.
Pimpinan FIB UNAIR berkesempatan mengunjungi perguruan tinggi swasta yang didirikan tahun 1885 itu pada Kamis (17/11/2022). Pimpinan FIB UNAIR diterima oleh Dekan Faculty of Policy Studies, Prof Hidetaka Aoki PhD serta Prof Hisanori Kato PhD yang merupakan salah satu Profesor pada Faculty of Policy Studies.
Kedatangan Pimpinan FIB UNAIR di kampus yang terletak di perbukitan hijau tersebut, disambut dengan istimewa. Bendera merah putih dikibarkan di tepi jalan masuk kampus sebagai bagian dari penghormatan kepada tamu dari Indonesia. Prof Hisanori Kato PhD menyambut rombongan persis di pintu gerbang kampus dengan memakai baju batik berwarna coklat.
淗ari ini saya sengaja memakai baju batik untuk menyambut tamu istimewa dari Surabaya, kata Prof Kato.
Pimpinan FIB UNAIR kemudian diajak menuju ke ruang pertemuan Faculty of Policy Studies yang terletak di lantai 5 gedung utama. Prof Kato banyak bercerita bahwa ia telah mengenal Indonesia sejak tahun 1994, dan sejak saat itu langsung jatuh cinta dengan Indonesia. Ia kemudian terlibat intensif meneliti mengenai Islam di Indonesia, bergaul dengan banyak tokoh Islam untuk menggali berbagai informasi yang kemudian disusun menjadi Disertasi yang diujikan di Sydney University Australia tahun 2001.
Hubungan Erat FIB UNAIR Chuo University
Hubungan erat antara FIB UNAIR dengan Chuo University yang dibangun oleh Dwi Anggoro Hadiutomo PhD dan diperkuat oleh keberadaan Prof Kato. Sejak bergabung di Chuo University pada tahun 2009, Prof Kato memelopori pengajaran bahasa dan kebudayaan Indonesia.
Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Bahasa Indonesia selalu banyak, rata-rata 150 mahasiswa. Hal itulah yang mendorong terbentuknya kerja sama antara FIB UNAIR dengan Chuo University. Mahasiswa yang ingin memperdalam Bahasa Indonesia lebih kanjut ada yang dikirim ke FIB UNAIR. Pada tahun 2022 terdapat dua mahasiswa Chuo University yang dikirim ke FIB UNAIR.
Pertemuan pada Kamis siang itu menyepakati bahwa pada tahun depan jumlah mahasiswa Chuo University yang akan dikirim ke FIB UNAIR. Sekitar 15 mahasiswa akan dikirim ke FIB UNAIR pada tahun 2023, untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Indonesia.
Mahasiswa tersebut selain akan belajar Bahasa Indonesia juga akan menjadi peserta berbagai kegiatan internasional yang diselenggarakan oleh FIB UNAIR, seperti Indiair, ASAIL, kursus singkat, dan lain-lain. Selain bidang pengajaran Bahasa Indonesia, kerja sama akan diperluas untuk Tridharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang penelitian dan publikasi.
Chuo University juga bersepakat untuk menampung mahasiswa-mahasiswa dari FIB UNAIR yang berminat untuk melaksanakan outbound di Jepang. Mereka berharap jumlah mahasiswa FIB UNAIR yang akan melakukan aktivitas outbound agar ditingkatkan jumlahnya. Kehadiran para mahasiswa Indonesia di Chuo University diharapkan akan meningkatkan minat mahasiswa untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.
Penulis: Nuri Hermawan





