UNAIR NEWS – Kelompok Pengkaji Lingkungan Aesculap (KPLA) 51动漫 (UNAIR) kembali membuktikan komitmen pengabdiannya melalui Gelar Bakti Aesculap (GBA) 2025. Bertempat di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, kegiatan ini berlangsung pada 2930 Maret dan 21 Juni 2025.
Membawa tema淢enjaga Tunas, Merawat Akar, Menuai Harapan bagi Masyarakat,GBA 2025 tidak hanya berfokus pada pelayanan medis. Tetapi juga mengedepankan pendekatan holistik dalam membina hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Tema ini merepresentasikan semangat generasi muda dalam menjaga kesehatan anak-anak (tunas), merawat generasi dewasa dan lansia (akar), serta menciptakan masa depan yang lebih sehat dan sejahtera (harapan).
Layanan Kesahatan Gratis
Dalam pelaksanaannya, GBA 2025 memberikan berbagai layanan kesehatan secara gratis yang mencakup pengobatan umum, pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker serviks, pemeriksaan katarak, pemeriksaan antropometri, serta skrining gula darah, kolesterol, asam urat (GCU), dan tekanan darah. Seluruh pelayanan ini mendapatkan sambutan antusias oleh masyarakat. Dengan total partisipasi mencapai ratusan orang. Termasuk 265 peserta pengobatan gratis, 18 peserta pemeriksaan IVA, 111 peserta pemeriksaan katarak, 50 peserta pemeriksaan antropometri, serta 8 anak yang mengikuti khitan massal.
Kegiatan ini juga disertai dengan edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit. Selain aspek medis, GBA turut menghadirkan sentuhan sosial dengan menyalurkan sebanyak 100 paket sembako kepada warga yang membutuhkan.
Pengembangan Potensi Mahasiswa
Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Pemeriksaan medis yang dilakukan merupakan kontribusi konkret pada SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pemerataan akses layanan kesehatan inklusif bagi semua kelompok usia. Sementara itu, aspek pemenuhan gizi warga yang diwujudkan melalui pembagian paket sembako selaras dengan semangat SDG 2 (Tanpa Kelaparan). Terakhir, melalui pemberian edukasi kesehatan terstruktur bagi warga maupun proses pengembangan kompetensi mahasiswa sebagai calon tenaga medis, kegiatan ini mencerminkan komitmen terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Gelar Bakti Aesculap 2025 akhirnya menjadi bukti bahwa sinergi antara ilmu, aksi nyata, dan kepedulian terhadap target pembangunan global dapat memberikan dampak yang tidak hanya nyata, tetapi juga berkelanjutan bagi masyarakat luas. Keberhasilan kegiatan ini harapannya dapat menginspirasi rencana kolaborasi lanjutan dengan pemerintah daerah dan KPLA dapat memperluas jangkauan layanan ke desa-desa terpencil lainnya pada 2026 mendatang.
Penulis: Muthia Zharifah Zahra, Arianne Vanya Setiawan





