Gizi sangat penting bagi kesehatan, kehidupan, dan pertumbuhan otak manusia di segala usia. Gizi yang seimbang diperlukan untuk daya tahan tubuh, perkembangan fisik, pertumbuhan kognitif, dan produktivitas. Status gizi pada masa bayi sangat mempengaruhi kesehatan, terutama pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi buruk pada anak sekolah merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan yang berdampak negatif pada prestasi akademik.
Prevalensi status gizi berbeda secara signifikan, dengan normal (lebih umum di daerah pedesaan) dan obesitas berbeda secara signifikan (lebih tinggi di daerah perkotaan). Asupan karbohidrat total menunjukkan perbedaan yang signifikan; namun, kategori asupan di daerah pedesaan berlebihan atau rendah. Asupan nutrisi yang berlebihan tidak menyertai prevalensi obesitas yang tinggi di daerah perkotaan; oleh karena itu, faktor lain seperti pendapatan keluarga, pengetahuan, fasilitas/akses ke makanan, praktik sarapan, dan aktivitas fisik yang rendah memengaruhi kemungkinan obesitas. Durasi tidur tidak berbeda secara signifikan antara kedua wilayah, dan proporsi siswa yang tidur cukup dan mereka yang tidur tidak cukup adalah serupa.
Mengingat siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan sekolah, penelitian ini merekomendasikan kebijakan atau program sekolah untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan fasilitas kantin sehat serta fasilitas untuk mendukung aktivitas fisik guna menciptakan pola makan yang seimbang dan cukup (termasuk kebiasaan sarapan) serta status gizi yang lebih baik.
Penulis: Wizara Salisa, Rachmahnia Pratiwi, Kamila Dwi Febrianti, Annis Catur Adi,Siti Rahayu Nadhiroh
Link:





