Kerapu hybrid cantang merupakan salah satu komuditas yang saat ini digemari oleh pembudidaya ikan air tawar. Kerapu cantang termasuk komuditas andalan untuk dibudidaya karena nilai jual yang tinggi terutama pasar Cina dan Hongkong. Di Indonesia ikan kerapu memiliki harga pasaran yakni Rp 230.000/kg. Tingginya harga ini menyebabkan eksploitasi secara berlebihan dan membuat para pelaku usaha melakukan budidaya. Tetapi budidaya ini menghadapi masalah terutama serangan penyakit akibat virus. Salah satunya serangan penyakit virus yaitu Viral Nervous Necrosis (VNN).
Virus ini mampu menyebabkan kematian hingga 100% di fase larva. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk meminimalisir penyebaran VNN dengan meningkatkan kekebalan tubuh ikan menggunakan antibiotik. Namun, penggunaan berlebihan antibiotik ini dapat menyebabkan resistensi penyakit dan pencemaran lingkungan. Sebagai alternatif, digunakan desinfektan, penyinaran UV, serta pemberian vaksin dan peptida antimikroba (AMP) sebagai imunomodulator. Salah satu kandidat imunomodulator adalah protein dari Brachionus sp.
Brachionus sp. ini kaya akan protein (63,53%) dan lemak (17,17%), serta mengandung asam amino esensial. Protein ini dapat meningkatkan respon kekebalan ikan dan mencegah penurunan imun akibat malnutrisi. Hal ini disebabkan bila terjadi malnutrisi akibat kekurangan protein mampu menyebabkan penurunan imun dalam fagositosis Beberapa penelitian dilakukan bahawa Brachionus spp memiliki peran penting dalam proses imunologi seperti pertumbuhan sel, apoptosis dan diferensiasi. Oleh karena itu, penelitian terhadap Brachionus sp. diharapkan dapat meningkatkan aktivitas sistem imun dengan cara menurunkan aktivitas proinflamasi IL-6 VNN untuk peningkatan sistem pertahanan tubuh ikan terhadap VNN.
Penelitian ini menggunakan kerapu cantang berukuran 7-10 cm dengan berat ±15 gram, protein Brachionus sp., serta anti-antibodi mouse interleukin-6. Untuk rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, yaitu K+ (ikan + VNN), P1 (ikan + VNN + 35 μl protein Brachionus sp.), P2 (ikan + VNN + 105 μl protein Brachionus sp.), P3 (ikan + VNN + 170 μl protein Brachionus sp.), P4 (ikan + 35 μl protein Brachionus sp.), P5 (ikan + 105 μl protein Brachionus sp.), dan P6 (ikan + 170 μl protein Brachionus sp.), masing-masing dengan 3 kali pengulangan. Parameter yang diamati meliputi imunohistokimia interleukin-6 dan deteksi kandungan protein Brachionus sp.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brachionus sp. memiliki fragmen pigmen protein Brachionus sp. 3 band protein yaitu dengan berat molekul 122,73 kDa, 75,49 kDa, dan 13,77 kDa. Dimana diindikasikan protein yang terdapat pada Brachionus sp. Yaitu mengandung jenis peridinin, apyrase dan threonine. Kandungan protein Brachionus ini dapat memblokir jalur NF- κB sehingga mampu mengaktivasi sitokin pro inflamasi dan sitokin anti inflamasi yang bisa meminimalisir peradangan yang parah. Hal ini disebabkan bila jalur NF-kB ini tidak dihambat maka memicu peradangan yang parah pada ikan terinfeksi.
Pada pengamatan respon imunologi terutama interleukin-6. Interleukin “ 6 merupakan imunologi pro inflamasi. Dimana IL-6 berperan dalam mediator pemberitahuan terjadinya reaksi imunologis. Selain itu, IL-6 yang dihasailkan dalam ikan yang terinfeksi akan mengirimkan sinyal peringatan ke seluruh tubuh. Pada penelitian ini penurunan kadar IL-6 yang diberikan perlakuan protein Brachionus sp dengan dosis 105 μl protein Brachionus. Hal ini diindikasikan karena protein yang masuk ke dalam tubuh akan didistribusikan ke plasma darah. Dimana saat terjadi inflamasi protein dalam plasma akan berikatan dengan antibodi yang kemudian akan berikatan dengan protein yang dihasilkan oleh virion untuk menahan penempelan virus dan melisiskan protein dari virion (opsonin).
Selain itu, kondisi penurunan setelah pemberian protein diduga disebabkan karena protein mampu menghambat peningkatan jumlah IL-6 dengan cara membatasi sintesis gen transkripsi IL-6. Gen transkripsi tersebut adalah Nf-Kb, dimana Nf-Kb berperan dalam mengatur gen-gen inflamasi seperti IL-6, COX-2, dan TNF-α sehingga ketika aktivasi Nf-Kb dihambat maka pada akhirnya akan menurunkan gen-gen proinflamasi. Namun, kami membatasi pengamatan kami selama penelitian, sehingga kami tidak menguji kadar Nf-Kb. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa proses pemberian protein yang terkandung dalam Brachionus sp. dapat mempengaruhi infeksi Viral Nervous Necrosis pada ikan kerapu. Pengaruh yang ditunjukkan adalah dengan menurunkan proses infeksi yang ditandai dengan penurunan interleukin-6 dan tidak ada konflik kepentingan di antara penulis dalam penulisan dan penerbitan naskah ini.
Nama : Dwi Retna Kumalaningrum SPi MP





