UNAIR NEWS – 51动漫 (UNAIR) menggelar konferensi internasional bertajuk Enhancing Career Development and Entrepreneurship through Vocational Education in The Digital Era. Konferensi berlangsung pada Kamis (7/11/2024) yang bertempat di Aula Majapahit, Lt. 5, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B, UNAIR. Prof Iman Harymawan SE MBA PhD hadir sebagai salah satu pemateri pada konferensi internasional itu. Ia memaparkan mengenai peran pendidikan vokasi dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan di era digital.
Prof Iman mengungkap terdapat tiga faktor yang mendorong keberlanjutan bisnis, yaitu lingkungan, sosial, dan tata kelola. Faktor lingkungan merujuk pada atensi perusahaan terhadap kelestarian alam sekitar dengan tidak menghadirkan hal-hal yang merusak alam. Lalu, faktor sosial berfokus pada terpenuhinya hak-hak ketenagakerjaan.
Sementara itu, faktor tata kelola yang menyoroti cara perusahaan menjalankan bisnisnya. “Perusahaan yang mampu mempertahankan bisnisnya dapat menciptakan peluang bagi karyawan untuk berkembang, meningkatkan kesejahteraan, dan menjadi tempat kerja yang inklusif,” tuturnya.
Peran Program Pendidikan Vokasi
Dalam mencapai keberlanjutan bisnis, perusahaan memiliki tantangan utama berupa sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang kompeten menjadi poin penting dalam keberlanjutan bisnis. Dengan itu, perlu ada sistem pendidikan yang merangkap pelatihan kerja untuk mencetak generasi yang sudah siap kerja setelah melewati masa pendidikan. Hal ini terwujud dengan hadirnya pendidikan vokasi yang mampu menyelaraskan proses pendidikan bersamaan pelatihan.
Prof Iman juga mengatakan pendidikan vokasi (diploma) memiliki lima keunggulan yang membedakannya dengan pendidikan sarjana. 淧rogram vokasi memiliki lima keunggulan, yaitu lebih berfokus pada pengembangan keterampilan mahasiswa, lebih cepat masuk dalam dunia kerja karena masa studi cenderung lebih pendek, memiliki relevansi mata kuliah dengan kebutuhan perusahaan, karir yang lebih beragam sesuai dengan minat, dan kesiapan kerja, ujarnya.
Selain lima keunggulan tersebut, program pendidikan vokasi juga berkontribusi untuk mendoong tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pada poin ke-4 yaitu pendidikan bermutu. Vokasi dapat meningkatkan jumlah individu yang memiliki keterampilan relevan dengan kebutuhan perusahaan. Hal ini juga selaras dengan kolaborasi antara institusi perguruan tinggi bersama industri dalam menciptakan generasi unggul di Indonesia.
Tantangan Bagi Mahasiswa
Mahasiswa lulusan program pendidikan vokasi perlu menguasai sejumlah keterampilan penting sebelum memasuki dunia profesional. Prof Iman menekankan bahwa keterampilan ini akan menjadi penunjang utama bagi individu dalam menghadapi berbagai tuntutan di dunia kerja nantinya.
淯ntuk dapat beradaptasi dengan pekerjaan di masa depan, lulusan perlu memiliki pemahaman mendalam mengenai keterampilan teknis sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang akan mereka masuki. Keterampilan teknis ini dibersamai dengan keterampilan internal individu seperti komunikasi, dinamika kerja tim, serta pemikiran kritis. Calon pekerja juga harus menyadari isu keberlanjutan sehingga terus berupaya meningkatkan kualitas hasil kerja mereka, pungkasnya.
Penulis: Selly Imeldha
Editor: Edwin Fatahuddin





