51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa UNAIR Raih Juara 1 dan Best Speaker Pada Kompetisi Debat Nasional

Rafi bersama tim pada Lomba Debat Nasional Technofest 2024 (Foto: Dok. Narasumber)
Rafi bersama tim pada Lomba Debat Nasional Technofest 2024 (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Tiga mahasiswa 51动漫 (UNAIR) berhasil meraih juara satu dan best speaker pada lomba kompetisi debat nasional Technofest 2024. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Sabtu (2/11/2024).

Tim tersebut merupakan kolaborasi lintas fakultas antara mahasiswa (FK) dan (FTMM). Adapun anggota tim terdiri atas Mochamad Rafi Pratama Hariyanto (FK 2022), Kanaya Defitra Prasetyo Putri (FTMM 2022), dan Albert Rafael (FTMM 2022).

Rafi selaku perwakilan tim menceritakan bahwa kolaborasi tersebut menjadi kunci keberhasilan pada debat bertemakan 淭he Impact of Technological Innovation in The Era of Society 5.0 ini. 淜ita sama-sama pemula. Kadang aku banyak tanya ini maksudnya apa, untungnya mereka ngerti dan mau jelasin. Aku banyak bantu di set up fundamental, debat ini arahnya mau kemana dan apa yang mau kita bahas, ujar Rafi.

Sementara itu, Kanaya dan Rafael yang berasal dari FTMM lebih unggul dalam pemahaman istilah dan konteks teknis yang relevan dengan tema debat. 淚stilah-istilah teknologi mereka lebih paham konteksnya. Karena kan makanan mereka sehari-hari, tambah Rafi. Kolaborasi masing-masing anggota akhirnya berpadu dan berperan besar dalam kesuksesan mereka di kompetisi ini.

Terdapat berbagai tahapan lomba yang harus dilalui oleh Rafi dan tim. Mulai dari preliminary, babak empat besar, hingga lolos ke final. Dengan menggunakan metode AREL (Assertion, Reasoning, Evidence, Link back), Rafi dan tim berhasil menyandang gelar juara pada kompetisi tersebut. 淜ita sudah sama-sama belajar tentang struktur debat. Jadi, ada beberapa hal yang kita poin out menggunakan metode AREL. Dengan struktur ini bikin debat kita bisa lebih bagus, tambah Rafi.

Uniknya, mereka tidak memiliki pembimbing khusus sehingga hanya mengandalkan pembelajaran mandiri. 淜ita nggak ada pembimbing, jadi belajar dari video-video di Youtube, record-an KDMI nasional, kata Rafi, menjelaskan metode belajar mereka. Dari video-video tersebut, tim mempelajari teknik mengemas debat secara efektif. 淒ari situ kita belajar gimana cara mengemas debat yang bagus,” tambahnya. Dedikasi dan ketekunan dalam latihan ini akhirnya membawa mereka menuju kemenangan. 

Sebagai penutup, Rafi memberikan pesan untuk mahasiswa yang ingin mengikuti lomba debat. 淏ukan masalah belum punya pengalaman debat sebelumnya. Kalau kalian pengen ikut lomba debat, just try it. Debat nggak sesusah itu kalau kalian tahu strukturnya,” ujarnya.

Menurut Rafi tantangan terbesar dalam debat sebenarnya terletak pada pemahaman struktur serta penyampaian argumen yang jelas dan terorganisir. Pesan ini menjadi dorongan bagi siapa saja untuk tidak ragu mencoba. Karena setiap pengalaman adalah langkah menuju pembelajaran yang lebih baik.

Penulis: Anggun Latifatunisa

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT