51动漫

51动漫 Official Website

Konsentrasi Serum Anti-M眉llerian Hormon Mereflekiskan Respons Ovarium Pada Sapi Wagyu

Tinjauan Komprehensif tentang Paratuberculosis Pada Hewan dan Implikasinya terhadap Kesehatan Masyarakat
Ilustrasi sapi (Sumber: Kompas)

Sapi Wagyu merupakan jenis sapi potong di Jepang yang terkenal dengan kualitas dagingnya yang tinggi. Daging wagyu A5 mungkin sangat familiar bagi kita, lalu apa itu danging wagyu A5?. Abjad A hingga C berarti tingkat hasil, yang mewakili jumlah daging yang dapat diperoleh dari seekor sapi (kuantitas). A hingga C bukanlah nilai yang menyatakan kualitas atau keempukan daging. Angka 1 hingga 5 adalah notasi yang menunjukkan kandungan lemak. Dikatakan bahwa keseimbangan antara daging tanpa lemak dan lemak penting untuk cita rasa daging sapi. Angka ini merupakan evaluasi keseimbangan, dan secara umum dikatakan bahwa semakin mendekati angka 5, semakin baik kualitasnya.
Penggunaan teknologi dalam program breeding dan transfer embrio dianggap penting untuk dapat meningkatkan kemampuan produktivitas sapi potong. Anti-M眉llerian hormone (AMH) merupakan hormon penanda (endocrine marker) yang penting untuk memprediksi potensi produksi embrio pada sapi. Menurut hipotesis kami, konsentrasi AMH pada sapi dapat mempengaruhi respons ovarium terhadap follicle stimulating hormone (FSH) selama program superovulasi (perlakuan terhadap sapi donor untuk mendapatkan sel telur yang diovulasikan lebih banyak dari biasanya dengan pemberian hormon). Pada penelitian ini data dari 34 ekor sapi Wagyu Jepang dengan total jumlah perlakuan superovulasi sebanyak 124 kali di analisis. Kami secara retrospektif menyelidiki hubungan antara dosis FSH yang berbeda dan konsentrasi AMH pada sapi Wagyu Jepang (sapi donor) dalam program superovulasi serta menganalisis jumlah total embrio dan jumlah embrio yang dapat ditransfer (transferable).
Jumlah embrio yang diperoleh dari sapi donor dengan level AMH tinggi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan sapi donor dengan level AMH rendah. Selain itu, jumlah embrio mengalami peningkatan seiiring dengan pengurangan dosis FSH. Hasil ini menggambarkan bahwa konsentrasi AMH merupakan penanda yang berguna untuk memprediksi produksi embrio setelah superovulasi, dan sapi donor dengan kadar AMH yang tinggi menghasilkan lebih banyak embrio yang dapat ditransfer (transferable) pada dosis FSH yang rendah dibandingkan dengan dosis FSH yang tinggi.

Penulis : Oky Setyo Widodo, drh., M.Si
Link :

AKSES CEPAT