UNAIR NEWS – Kelompok mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Kelurahan Sidomoro, di bawah naungan 51动漫, secara konsisten menegaskan komitmen strategisnya dalam mengakselerasi peningkatan taraf kesehatan masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui inisiasi program “BEBAS DBD SIDOMORO”, sebuah intervensi edukatif yang berfokus pada mitigasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan sasaran utama para siswa di tingkat sekolah dasar.
Program ini dirancang sebagai instrumen promotif dan preventif fundamental guna menginternalisasi kesadaran pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sedini mungkin. Melalui pendekatan pedagogis yang relevan, langkah proaktif ini bertujuan membentuk fondasi perilaku sehat berkelanjutan sekaligus memberdayakan siswa sebagai agen perubahan dalam memutus rantai transmisi nyamuk Aedes aegypti di lingkungan sekolah dan domestik.
Implementasi kegiatan dilaksanakan secara komprehensif pada (21/01/2026) di UPT SD Negeri 32 Gresik, melibatkan peserta didik kelas IV. Seluruh anggota BBK 7 Sidomoro berkontribusi aktif, dengan Jeslyn Adelia Geovany dari Fakultas Kedokteran Hewan bertindak sebagai Person in Charge (PIC) sekaligus narasumber utama. Pendekatan edukasi mengedepankan metode interaktif melalui integrasi media visual berupa poster dan leaflet. Instrumen ini didesain secara komunikatif guna meningkatkan retensi memori siswa terhadap konsep preventif teknis dalam ruang diskusi dua arah yang menstimulasi antusiasme peserta.
Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pemahaman mendalam mengenai mekanisme transmisi virus dengue, karakteristik morfologis nyamuk, hingga identifikasi gejala klinis awal. Para siswa juga dibekali strategi preventif aplikatif melalui prinsip 3M sebagai langkah mitigasi utama di lingkungan institusi pendidikan maupun domestik. Secara makro, program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-3 mengenai Good Health and Well Being.
Jeslyn Adelia Geovany menegaskan signifikansi program ini dalam sebuah pernyataan, “Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi kecil kami sebagai mahasiswa untuk mendukung upaya pencegahan penyakit melalui edukasi di sekolah.” Sinergi berkelanjutan antara akademisi dan pihak sekolah diharapkan mampu meminimalisir prevalensi penyakit DBD secara signifikan di masa mendatang melalui penguatan fondasi edukasi kesehatan yang terstruktur.
Penulis: Jeslyn Adelia Geovany





