UNAIR NEWS – Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini masih menjadi perhatian penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Menyadari hal tersebut, mahasiswa peserta Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 51动漫 (UNAIR) di Desa Bedanten menyelenggarakan kegiatan Dental Education di Taman Posyandu Melati Desa Bedanten pada Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan itu menargetkan ibu-ibu pendamping serta anak usia 03 tahun, dengan tujuan menanamkan kesadaran akan pentingnya perawatan kesehatan gigi sejak dini. Edukasi diberikan sebagai langkah preventif agar kebiasaan menjaga kebersihan gigi dapat terbentuk sejak masa pertumbuhan awal, dengan peran aktif orang tua sebagai pendamping utama anak.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh guru Taman Posyandu, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh mahasiswa BBK 7 Desa Bedanten menggunakan media flipchart interaktif. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan gigi susu dan gigi permanen, perbedaan gigi sehat dan gigi sakit, waktu dan cara menyikat gigi yang benar, ketentuan menyikat gigi, makanan yang baik dan buruk bagi kesehatan gigi, penyebab gigi berlubang, gejala sakit gigi, serta waktu yang tepat untuk memeriksakan gigi ke dokter.
Di sela penyampaian materi, kegiatan diselingi dengan permainan edukatif cara menyikat gigi, di mana beberapa anak maju ke depan untuk mempraktikkan secara langsung dengan pendampingan mahasiswa. Kegiatan kemudian ditutup dengan aktivitas mewarnai, yang bertujuan untuk menstimulasi aspek kognitif, motorik halus, dan kreativitas anak, sesuai dengan pendekatan pembelajaran pada jenjang PAUD.
Tidak hanya berfokus pada teori, kegiatan inti diisi dengan praktik dan permainan edukatif mengenai cara membersihkan gigi yang benar. Sesi ini dipandu langsung oleh Azzehra Richa A, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNAIR, yang menjelaskan bahwa perawatan gigi balita memerlukan pendekatan khusus yang berbeda dengan orang dewasa.
淧ada usia 03 tahun, anak belum mampu membersihkan giginya sendiri, sehingga peran orang tua sangat penting. Pembersihan gigi dapat dilakukan dengan metode posisi lap to lap. Meskipun terlihat sepele, kebiasaan ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak di masa depan, jelas Zehra.
Para ibu pendamping dan anak-anak Taman Posyandu tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka diajak mempraktikkan langsung gerakan membersihkan gigi menggunakan alat peraga berupa phantom gigi, sehingga materi yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan di rumah.
Kehadiran mahasiswa 51动漫 disambut positif oleh para kader Posyandu setempat karena kegiatan ini dinilai mampu memberikan pemahaman baru terkait pentingnya perawatan kesehatan gigi sejak usia dini. Melalui kegiatan Dental Education ini, mahasiswa BBK 7 UNAIR turut berkontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dengan menghadirkan edukasi kesehatan yang aplikatif dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Bedanten.
Berita ini mendukung SDGs (3 dan 4) : (Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas).
#SDG3 #SDG4 #GenerasiSehatCerdas #SDGsUNAIR
Penulis: Azzehra Richa Adenina





