Leukemia mieloid akut (AML) adalah kanker klonal yang berkembang dari progenitor mieloid. AML sering mengalami resistensi terhadap kemoterapi, sebagian disebabkan oleh aktivitas P-glycoprotein (Pgp), protein membran yang berperan dalam mekanisme resistensi multidrug.
Hubungan antara ekspresi Pgp dan CD34, marker pada sel blast leukemik, telah menjadi fokus penelitian ini pada pasien dewasa dengan AML de novo.
Penelitian dilakukan secara retrospektif dan melibatkan 30 pasien AML de novo (usia ≥19 tahun) dari November 2022 hingga Februari 2023. Ekspresi Pgp dan CD34 diukur menggunakan imunofenotiping berbasis flow cytometry dari sampel aspirasi sumsum tulang. Analisis korelasi dilakukan menggunakan uji Spearman.
Rata-rata usia pasien adalah 42,5 tahun, dengan distribusi jenis kelamin yang seimbang. Subtipe AML berdasarkan klasifikasi FAB meliputi: AML M1 dan M2: 30% masing-masing. AML M5: 16,66%. AML M3: 13,33%. AML M7: 6,66%. AML M4: 3,33%. Tidak ditemukan korelasi statistik yang signifikan antara ekspresi Pgp dan CD34 (P = 0,063) maupun antara Pgp dan jumlah leukosit (P = 0,442).
Studi menunjukkan ekspresi Pgp lebih tinggi pada subtipe AML non-M3 dibandingkan AML M3, meskipun tidak signifikan secara statistik. Resistensi kemoterapi pada AML, yang melibatkan Pgp, adalah masalah kompleks yang juga terkait dengan mekanisme resistensi lainnya. Data mendukung pentingnya analisis tambahan pada protein ABC lain yang mungkin berhubungan dengan CD34 untuk memahami lebih jauh mekanisme resistensi.
Tidak ditemukan hubungan signifikan antara Pgp dan ekspresi CD34 pada pasien AML de novo. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi peran Pgp setelah kemoterapi serta keterkaitannya dengan prognosis penyakit.
Penulis:
Jurnal dapat di akses di :
Desember 2024





