UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa 51动漫 (BEM FKM UNAIR) menggelar kegiatan PKM On Training 1 pada Selasa (22/4/2025). Kegiatan PKM On Training 1 bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa dalam mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diharapkan dapat melaju hingga ke . Pada kesempatan kali ini, PKM On Training 1 menggandeng Pulung Siswantara S KM M Kes sebagai narasumber.
Bahas Kreativitas
Pulung mengatakan bahwa kreativitas menjadi komponen utama dalam penilaian PKM. Ia mengingatkan bahwa jika hanya ingin berjualan maka sebaiknya mahasiswa mengikuti P2MW bukan PKM. 淜alaupun jualan harus ada kreativitasnya, tegasnya.
淜alau kamu mau jualan, simpan idemu dan jual di P2MW. Tapi kalau yang kamu jual sesuatu yang menarik, ada unsur kreativitasnya kamu ada disini (PKM), ucapnya.
Lebih lanjut, ia memberikan tips untuk menemukan kreativitas dengan cara mengamati kondisi di sekitar. 淪impan semua hp kamu, simpan semua laptop kamu, berhenti main sosmed. Coba lihat sekelilingmu, di situ kreativitas akan muncul, ujarnya.
Menurutnya, sesuatu yang dilihat di hp ataupun sosmed telah dipengaruhi oleh internet. 淗p mu itu baca omonganmu sehingga kreativitasmu ya disitu situ aja, tegasnya. Ia menyarankan mahasiswa untuk mendengarkan keluhan-keluhan yang ada di masyarakat.
淒ari situ nanti kita akan tahu bahwa ada kreativitas baru yang bisa kita lakukan, sambungnya.
Ketentuan Administrasi
Pulung mengingatkan komponen penilaian lain yang tidak boleh disepelekan adalah administrasi. Administrasi ini termasuk ketentuan penulisan yang harus sesuai dengan buku panduan PKM.
淚ngat bahwa yang ikut PKM itu sepuluh ribu. Satu orang review PKM itu dapat dua ribu lebih dan itu waktu koreksinya cuma satu bulan. Jadi, yang tidak sesuai dengan administrasi itu dibuang pertama, tegasnya.
Lebih lanjut, ia memperingatkan untuk tidak mengacu pada penulisan proposal tahun sebelumnya. Ia menerangkan bahwa lebih baik sesuaikan dengan template PKM. 淪esuaikan dengan template. Baca buku panduan dan jangan mengacu dari kakak kelas. Ingat buku panduan berubah terus.
Pulung juga menjelaskan bahwa banyak kasus peserta PKM yang tidak lolos bukan karena idenya kurang. Akan tetapi, karena proposalnya tidak sesuai dengan template di buku panduan PKM.
淒ia dibuang bukan karena idenya jelek, tapi karena administrasinya salah, ujarnya.
Penulis: Septy Dwi Bahari Putri
Editor: Khefti Al Mawalia





