UNAIR NEWS – Association of Sharia Economic Students (AcSES) 51动漫 (UNAIR) hadirkan lokakarya bertajuk 淜ejar BP Kepenulisan pada Selasa (22/4/2025). Kejar BP Kepenulisan adalah program unggulan dari divisi Ilmu Bisnis KSEI AcSES yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang business plan. Lokakarya ini juga mendorong pesertanya mengikuti berbagai lomba bisnis berbekal materi-materi yang telah diberikan.
Pada acara ini, AcSES menghadirkan Reza Nafi Rizqi Musyaffa, seorang mahasiswa program studi manajemen sekaligus pemilik bisnis Ria Shop. Reza juga merupakan President 180 Degrees Consulting UNAIR dan penerima Beasiswa Unggulan.
Pengenalan Kompetisi Bisnis
Reza dalam materinya menyampaikan bahwa perusahaan besar sering kali menyelenggarakan kompetisi bisnis. Perusahaan tersebut sebenarnya mencari kandidat terbaik untuk berkontribusi dalam perusahaannya. 淪aya dulu mengikuti sebuah penyaringan. Di mana ketika itu penyelenggaranya menyampaikan kepada pemenang, jika ingin bergabung dengan perusahaan mereka maka pemenang bisa langsung menghubungi, katanya.

Lebih lanjut, Reza menyampaikan jika memiliki sebuah bisnis, akan lebih baik bisnis tersebut dilombakan dalam startup competition. Hal ini memungkinkan untuk mendapatkan dana hibah bagi bisnis rintisan yang dilombakan. 淪aya dulu mempunyai sebuah bisnis yang berkaitan dengan alat medis, yang mana telah berkembang sejak sekolah menengah pertama. Dan meski kecil, bisnis tersebut sudah pernah mendapat pendanaan, ujarnya.
Ketika merumuskan sebuah masalah untuk membuat gagasan, Reza mengibaratkan sebuah pohon yang mengakar. Akarnya ibarat solusi dari masalah-masalah tersebut. 淧erumusan masalah dengan membayangkan sebuah pohon itu merupakan root cause analysis, jelasnya.
Reza menjelaskan bahwa membuat sebuah ide itu sesederhana memikirkan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan. Sebuah hobi dan ketertarikan juga dapat menjadi sebuah ide bisnis yang tidak terpikirkan. Bahkan lingkungan sekitar juga bisa menghasilkan sebuah bisnis.
SDGs Points
Dalam materinya reza juga menyinggung tentang SDGs Points, poin yang timbul karena sebuah masalah. Masalah yang ada tersebut dapat memunculkan sebuah ide bisnis, esai dan lainnya. Ide yang muncul dari SDGs Points itu merupakan solusi masalah tersebut. 淪etiap kerangka kepenulisan harus mengetahui tentang smart analysis menunjukkan relevan tidaknya ide tersebut, imbuhnya.
Pada akhir, Reza menjelaskan setelah memunculkan sebuah ide maka dapat tertuang di dalam Business Model Canvas (BMC). Di dalamnya terdapat sembilan aspek penting sebuah bisnis. 淧roposal Tesla jika dijabarkan bisa menjadi berlembar-lembar, namun jika dijadikan BMC maka bisa dituangkan dalam satu lembar saja, terangnya.
Penulisan: Rizma Elyza
Editor: Yulia Rohmawati





