51动漫

51动漫 Official Website

Kreatif! HIMA IE Ajak Mahasiswa Berkreasi dari Sampah Plastik

Peserta Workshop ECONABLE saat berkreasi ecobricks dan DIY flower dari sampah plastik (8/11/2025)
Peserta Workshop ECONABLE saat berkreasi ecobricks dan DIY flower dari sampah plastik (8/11/2025) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Di era masifnya penyebaran informasi, tidak terkecuali mengenai kerusakan lingkungan, menyebabkan banyak kalangan mulai melek dengan pentingnya menjaga bumi. Salah satu langkah nyata ditunjukkan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi (IE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis 51动漫 (UNAIR) melalui pengadaan workshop ECONABLE.

ECONABLE merupakan program kerja yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan (sustainable environment) melalui perubahan gaya hidup sehari-hari. Mengangkat tema Trash to Treasure: From Plastic Waste to Game-Changer pada tahun ini, acara terselenggara pada Sabtu (8/11/2025) di Aula Fadjar Kampus Dharmawangsa-B dengan menggandeng komunitas Earth Hour Surabaya.

Selain talkshow, workshop terdiri dari beberapa rangkaian acara. Antara lain adalah ecobricks dan DIY flower yang menggunakan sampah plastik sebagai bahan kreasi. Hal ini dapat menjadi salah satu praktik dalam pengolahan sampah.

Pemaparan materi sesi talkshow oleh Nandina Salsabila (8/11/2025)
Pemaparan materi sesi talkshow oleh Nandina Salsabila (8/11/2025) (Foto: Istimewa)

Dalam sambutannya, Koordinator Program Studi IE Ilmiawan Auwalin SE MAppEc PhD menyampaikan bahwa masalah sampah belum menjadi fokus utama pemerintah. 淪ecara regulasi, di Indonesia masih belum terlalu kuat untuk bagaimana mengurangi sampah, kalau dibandingkan dengan negara yang sudah maju. Misalnya negara sebelah kita, Australia, yang memberikan insentif kepada orang yang mengumpulkan botol, katanya.

Koordinator Earth Hour Surabaya Nandina Salsabila menjelaskan bahwa beberapa jenis sampah yang sulit terurai, seperti plastik, sebenarnya memiliki nilai guna dan nilai ekonomi jika diolah dengan benar. 淪ampah sisa makanan bisa kembali menjadi bahan pembentuknya. Sedangkan plastik bahan buatan manusia, tidak bisa lenyap. Jadi akan berdampak buruk selama jutaan tahun, bahkan seterusnya, paparnya.

Ia mengimbau untuk sebisa mungkin menghindari penggunaan plastik, karena daur ulang tidak dapat menyelesaikan semua permasalahan sampah. 淭idak semua jenis plastik bisa kita daur ulang. Yang tidak bisa didaur ulang adalah LDPE, atau Low-Density Polyethylene, karena memiliki terlalu sedikit kadar plastik. Dan juga polystyrene, seperti styrofoam, imbuhnya.

Plastik yang menjadi sampah tidak bisa hilang dari bumi. Dalam proses panjang, sampah plastik akan terdegradasi menjadi partikel yang lebih kecil dan berubah menjadi mikroplastik. Karena ukurannya kecil, mikroplastik memiliki bahaya yang jauh lebih mematikan bagi manusia karena mudah untuk tidak sengaja terkonsumsi.

淜ita selalu tahu bahwa plastik itu bersifat karsinogenik. Jadi kemungkinan gaya hidup manusia di zaman sekarang itu lebih pendek daripada di zaman dulu. Karena salah satu faktornya adalah kita menggunakan plastik sehari-hari, pungkasnya.

Penulis: Uswatun Khasanah 

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT