51动漫

51动漫 Official Website

Kriopreservasi Pembekuan Lambat dalam Kombinasi dengan Krioprotektan Mengawetkan Sel Punca Mesenkim Gingiva

Sel induk mesenkim gingiva (GMSCs) merupakan kandidat ideal untuk terapi berbasis sel dan pengobatan regenerative, karena sel tersebut memiliki fungsi imunoregulasi yang kuat dan mempercepat penyembuhan dibandingkan dengan sel induk ligamen periodontal (PDLSCs).  Jika dibandingkan dengan sel induk mesenkim sumsum tulang (BMSCs), GMSCs menyediakan sumber sel induk yang lebih stabil dalam kemampuannya untuk berkembang biak, berdiferensiasi menjadi tipe sel tertentu seperti adiposa, tulang atau tulang rawan, dan mempertahankan morfologi dalam kultur jangka panjang yang diperlukan untuk aplikasi klinis, dan mendukung penggunaan GMSC dalam transplantasi alogenik. Selain itu, GMSC dapat diisolasi dari jaringan gingiva yang cenderung untuk dibuang sebagai limbah dari prosedur pembedahan. Untuk aplikasi klinis, GMSC dalam jumlah besar diperlukan, sehingga perlu diperluas budi dayanya, atau harus dikumpulkan dari banyak donor.

Dalam kedua kasus tersebut, metode kriopreservasi untuk pelestarian dan pengumpulan GMSC dalam jangka panjang adalah diperlukan untuk ketersediaan sel yang siap digunakan dalam aplikasi klinis. Setelah kriopreservasi, GMSC harus mampu mempertahankan sifat imunomodulator dan kemampuan diferensiasi multilineage. Jika kriopreservasi tidak dilakukan, sel harus melakukannya terus disubkultur, menghasilkan akumulasi perubahan genetik, heterogenitas atau tumorigenisitas. Kriopreservasi MSC telah dikembangkan dengan metode pembekuan lambat dan vitrifikasi, namun tetap saja memiliki keterbatasan karena MSC yang diawetkan beresiko cryo-injury bahkan dalam kombinasi dengan agen krioprotektif (CPA) sebagai pelindung sel.

Di sisi lain, CPA seperti dimetil sulfoksida (DMSO) mampu menginduksi diferensiasi MSC yang tidak diinginkan menjadi sel mirip neuron. Sangat penting untuk berkembang prosedur kriopreservasi yang baik agar efektif melestarikan GMSC untuk aplikasi terapi berbasis sel induk. Prosedur tersebut harus mampu menjaga sifat biologis dan kelangsungan hidup GMSC. Banyak tantangan yang perlu diselesaikan terkait prosedur kriopreservasi GMSC, termasuk prosedur kriopreservasi yang harus dioptimalkan untuk mengurangi risiko efek berbahaya pada GMSC, dan GMSC harus diawetkan tanpa kontak langsung dengan nitrogen cair untuk mengurangi risiko kontaminasi patogen. Berdasarkan hal-hal yang disebutkan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proliferasi dan diferensiasi GMSC yang tidak dikriopreservasi (ncGMSCs) dan cryopreservedGMSCs (cGMSCs) setelah kriopreservasi pembekuan lambat dengan berbagai komposisi CPA.

Sel gingiva dan GMSC menunjukkan morfologi mirip fibroblastik. Mereka tidak mengekspresikan penanda sel hematopoietik CD11b/CD19/CD34/CD45 dan HLA-DR, tetapi lebih mengekspresikan dari 90% penanda permukaan MSC positif CD90, CD73, CD150, dan CD44. Kelangsungan hidup cGMSC kelompok FDs masing-masing adalah 81% dan 80% pada suhu -80oC dan LN2. Tidak ada yang signifikan secara statistic perbedaan (p>0,05) dalam proliferasi dan waktu penggandaan antara ncGMSC dan cGMSC. Mereka memiliki kemampuan berkembang menjadi diferensiasi khondrogenik, osteogenik, dan adipogenik. Kesimpulan: Pembekuan lambat kriopreservasi yang dikombinasikan dengan 90% FBS+10% DMSO mempertahankan sifat biologis GMSC, dan dapat dikembangkan ke perbankan GMSC.

Dari diskusi ini, jelas bahwa prosedur kriopreservasi harus dioptimalkan sepenuhnya karenaGMSC perbankan dapat digunakan untuk mengatur ketersediaan sel berulang di masa depan. Selanjutnya, kemajuan teknologi dalam liofilisasi sel akan memberikan manfaat tambahan, seperti viabilitas yang lebih baik, penyimpanan jangka panjang yang lebih sederhana, dan pengiriman yang lebih murah (24). Terakhir, data awal penelitian ini sangat menggembirakan dan mendukung pengembangan GMSC perbankan berbasis sel terapi di masa depan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa GMSC pasca pencairan (cGMSCs) mempertahankan kelangsungan hidup, proliferasi dan kemampuan untuk berdiferensiasi setelah tangisan beku lambatopreservasi dalam kombinasi dengan 90% FBS+10% DMSO pada -80oC dan LN2

Oleh : Irma Josefina Savitri

Jurnal: Slow Freezing Cryopreservation in Combination With Cryoprotectants Preserve Gingival Mesenchymal Stem Cells

AKSES CEPAT