51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Kulit Buah Kakao Terhadap Peningkatan Regenerasi Tulang Alveolar pada Model Tikus Periodontitis

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu produk komoditas terbesar di Indonesia. Kulit buah kakao sangat melimpah sebagai limbah pertanian dan belum dimanfaatkan dengan baik. Kulit buah kakao mengandung senyawa aktif flavonoid, saponin, tanin, alkaloid dan terpenoid. Senyawa flavonoid yang terdapat pada kulit buah kakao mempunyai kadar yang paling tinggi dibandingkan pada bunga, daun dan biji kakao. Flavonoid pada kulit buah kakao dapat mempercepat proses diferensiasi osteoblas menjadi osteosit dalam proses osteogenesis. Berdasarkan penelitian sebelumnya, ekstrak buah kakao dengan dosis 100 mg/mL bekerja efektif sebagai antiinflamasi dalam menurunkan ekspresi COX-2. Flavonoid mampu merangsang proliferasi sel osteoblas menjadi osteosit dengan cara meningkatkan aktivitas reseptor estrogen dan meningkatkan faktor pertumbuhan TGF-1. Selain itu, flavonoid juga berperan dalam mencegah kematian sel dan sebagai anti inflamasi sehingga dapat mempercepat fase proliferasi sel. Periodontitis merupakan penyakit inflamasi destruktif pada jaringan periodontal dengan prevalensi tinggi di dunia. Phorphyromonas gingivalis sebagai salah satu bakteri utama penyebab periodontitis menghasilkan faktor virulensi yang memicu sel imun memproduksi sitokin proinflamasi yang dapat menurunkan jumlah osteoblas sehingga memicu resorpsi tulang alveolar.

Terapi periodontitis dengan terapi mekanis saja kurang optimal sehingga perlu terapi tambahan antibiotika baik secara sistemik atau lokal . Penggunaan antibiotika yang berlebihan dapat mengakibatkan resistensi, sehingga perlu bahan alternatif dari bahan alam sebagai anti inflamasi, anti bakteri dan anti oksidan. Pemanfaatan limbah kulit buah kakao telah diteliti pada 24 ekor tikus menunjukkan bahwa pemberian gel ekstrak kulit buah kakao 100 mg/mL dapat meningkatkan jumlah osteoblas dan meningkatkan ekspresi BMP-2 pada tulang alveolar tikus periodontitis. Proses resorpsi tulang lebih rendah dibandingkan pembentukan tulang alveolar pada tikus wistar jantan yang diberi gel ekstrak kulit buah kakao. Ekspresi BMP-2 mulai meningkat pada hari ke 7 dan mencapai puncaknya pada hari ke 14. Ekstrak kulit buah kakao mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan terpenoid yang mempunyai berbagai efek biologis seperti antibakteri, antioksidan, anti inflamasi dan secara langsung meningkatkan aktivitas sinyal ekspresi BMP-2 yang membantu proses diferensiasi osteoblas dan pembentukan tulang alveolar.

Aktivitas antibakteri gel ekstrak buah kakao terdapat pada kandungan tanin dan terpenoid. Senyawa alkaloid yang terkandung dalam kulit buah kakao berperan sebagai antioksidan dengan menangkap radikal bebas dalam bentuk ROS yang memicu jalur kinase. sehingga dapat menekan inflamasi pada periodontitis .Ekstrak etanol kulit buah kakao efektif memicu faktor pertumbuhan BMP-2 yang merangsang pembentukan tulang. Flavonoid dan saponin dalam kulit buah kakao meningkatkan aktivitas osteoblas dengan meningkatkan sinyal BMP-2 melalui peningkatan jalur Smads yang melibatkan Smad 1, 5 dan 8. Dapat disimpulkan bahwa kulit buah kakao dapat dipertimbangkan sebagai alternatif terapi periodontitis berbasis herbal. Ekstrak kulit buah kakao efektif meningkatkan regenerasi tulang alveolar pada tikus model periodontitis yang ditandai dengan peningkatan jumlah osteoblas dan ekspresi BMP-2.

Penulis: Yani Corvianindya Rahayu, Ernie Maduratna Setiawatie,Retno Pudji Rahayu

Jurnal: Effects of Cocoa Pod Husk Extract (Theobroma Cacao L.) on Alveolar Bone in Experimental Periodontitis Rats

AKSES CEPAT