51动漫

51动漫 Official Website

Kuesioner Tingkatkan Pelaporan Efek Obat

Ilustrasi Obat (sumber: cdn.medcom.id)
Ilustrasi Obat (sumber: cdn.medcom.id)

Pelaporan spontan terhadap kejadian tidak diinginkan atau Adverse Drug Reaction (ADR) menjadi bagian penting dalam sistem farmakovigilans. Melalui pelaporan ini, tenaga kesehatan dapat memberikan informasi nyata mengenai keamanan obat setelah digunakan masyarakat luas, melengkapi hasil uji klinis yang umumnya terbatas pada waktu dan jumlah peserta. Sayangnya, tingkat pelaporan ADR di berbagai negara, termasuk Indonesia, masih rendah. Kondisi ini menghambat upaya mendeteksi dan mencegah efek samping obat yang berpotensi membahayakan pasien.

Minimnya pelaporan ADR di Indonesia tidak disebabkan oleh aturan hukum, melainkan karena faktor perilaku dan sistem. Banyak tenaga kesehatan, termasuk apoteker, belum memahami pentingnya pelaporan spontan. Faktor lain seperti rendahnya kepedulian terhadap keselamatan pasien, prosedur pelaporan yang dianggap rumit, serta pengetahuan dan sikap yang kurang tepat turut memperburuk kondisi ini. Karena itu, perlu alat ukur yang mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaporan ADR agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran.

Penelitian ini mengembangkan kuesioner untuk menilai faktor-faktor yang memengaruhi pelaporan spontan oleh apoteker. Kuesioner ini disusun berdasarkan pedoman Pharmacovigilance dari WHO dan BPOM RI dengan cakupan variabel seperti karakteristik demografi, pengetahuan, faktor psikologis, lingkungan kerja, serta praktik pelaporan. Instrumen ini diuji kepada 30 apoteker di rumah sakit tipe C wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Validitas dan reliabilitas kuesioner dievaluasi melalui uji validitas muka, validitas konstruk, dan reliabilitas internal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuesioner ini memiliki validitas muka yang baik karena responden menilai bahasa dan struktur pertanyaannya jelas serta mudah dipahami. Pada uji validitas konstruk, sebagian besar item pertanyaan terbukti valid dan reliabel, menghasilkan 34 butir soal yang layak digunakan dalam penelitian lanjutan. Nilai Cronbach檚 Alpha di atas 0,6 pada semua variabel menunjukkan bahwa kuesioner ini konsisten dan dapat dipercaya.

Instrumen yang telah dikembangkan ini membantu menilai faktor yang memengaruhi pelaporan ADR oleh apoteker secara lebih akurat dan terukur. Dengan hasil yang konsisten, kuesioner ini dapat digunakan untuk penelitian di bidang farmakovigilans maupun pengembangan kebijakan kesehatan. Langkah selanjutnya dalam pengembangan kuesioner serupa sebaiknya dimulai dengan perancangan kerangka konseptual yang jelas, pemilihan pertanyaan yang tepat, serta penyaringan potensi bias agar hasil yang diperoleh benar-benar objektif dan dapat direplikasi.

Kuesioner ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi apoteker dalam pelaporan ADR, sehingga keamanan penggunaan obat di Indonesia dapat terus terjaga dan risiko terhadap pasien dapat diminimalkan.

Penulis: Elida Zairina, S.Si., M.P.H., Apt., Ph.D.

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

AKSES CEPAT