51动漫

51动漫 Official Website

Kuliah Tamu FEB UNAIR, Kupas Inovasi Disruptif di Lanskap Digital

Narasumber Acara Kuliah Tamu menjelaskan materi teori disruptif kepada mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi FEB UNAIR (Foto: Syeila)
Narasumber Acara Kuliah Tamu menjelaskan materi teori disruptif kepada mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi FEB UNAIR (Foto: Syeila)

UNAIR NEWSFakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 51动漫 menyelenggarakan kuliah tamu pada Rabu (12/3/2025) di Aula Miendrowo, Lantai 4 Gedung Utama, FEB UNAIR Kampus Dharmawangsa-B. Kuliah Tamu FEB kali ini memberi mahasiswa wawasan tentang Teori Schumpeter mengenai Inovasi Disruptif serta implementasinya di lanskap digital.

Pembicara dalam acara ini adalah Profesor Roman Matousek, Guru Besar Ekonomi Keuangan dari Sekolah Bisnis dan Manajemen, Queen Mary University of London. Profesor Roman Matousek memiliki keahlian ekonomi finansial serta memiliki minat pada bidang studi perbankan dan keuangan internasional, inovasi keuangan, ekonomi moneter, keuangan pembangunan, ekonomi mikro perbankan dan keuangan perusahaan.

Sesi kuliah tamu kali ini membahas bagaimana kemajuan teknologi membentuk industri, peran wirausahawan dalam mendorong inovasi, dan dampak ekonomi dari inovasi baru. Sesi ini membahas bagaimana inovasi baru menciptakan pasar sekaligus menggantikan inovasi lama.

Teori Disruptif dan Implikasi di Lanskap Digital

Setiap tahun, perusahaan-perusahaan bersaing untuk berinovasi sebagai upaya bertahan dan mendominasi pasar. Salah satu contoh yang mencolok adalah Nokia, yang pernah menjadi pemimpin pasar di awal tahun 2000-an. Pada akhirnya Nokia kalah saing karena kurangnya inovasi dan terkikis zaman. Di sisi lain, Samsung dan Huawei terus maju dengan menghadirkan inovasi dalam produk dan teknologi mereka.

Schumpeter menjelaskan bahwa teknologi baru akan mengambil alih sistem lama. Ia memberi contoh seperti peralihan dari telepon genggam ke smartphone, atau penggantian mesin faks oleh email. Pada era Revolusi Industri 4.0, kemajuan komputer dan kecerdasan buatan (AI) mendorong perubahan besar yang tak terhindarkan. Inovasi dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari produk baru, metode produksi yang lebih efisien, perluasan pasar, hingga perombakan struktur industri. Proses yang dikenal sebagai “destruksi kreatif” ini menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

Sebagai contoh, China yang dulunya hanya meniru teknologi dari luar, kini telah berubah menjadi salah satu inovator terkemuka pada bidang industri otomotif. Inovasi memperketat kompetisi dan memberikan keuntungan bagi konsumen. Namun, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan tersendiri. Sehingga penting untuk mempelajari bidang-bidang mutakhir seperti blockchain guna tetap relevan di masa depan.

淚novasi merupakan cara wirausaha untuk berkompetisi dan memenangkan persaingan. Inovasi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membentuk industri baru, dan meningkatkan kompetisi, ucap Profesor Roman Matousek

Nama: Kania Khansanadhifa Kallista

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT