UNAIR NEWS – 51动漫 (UNAIR) menggelar kuliah tamu pada Sabtu (20/4/2024), bertempat di Gedung Sekolah Pascasarjana Kampus Dharmawangsa-B UNAIR. Kegiatan kuliah tamu ini merupakan kegiatan rutin dari Sekolah Pascasarjana dengan mendatangkan pembicara nasional maupun internasional. Kali ini, kuliah tamu yang mengusung tema Kesehatan Bangsa Menuju Indonesia Maju 2045 itu mengundang Prof Djoko Santoso dr PhD SpPD KGH FINASIM sebagai pembicara.
Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR, Prof Badri Munir Sukoco SE MBA PhD membuka acara dengan sambutan. Prof Badri mengatakan bahwa visi Indonesia Emas sudah menjadi relevan. 淢enurut saya, sudah sangat relevan apabila Indonesia memiliki visi Indonesia emas pada tahun 2045. Tentu, perlu citizen dengan kemampuan yang relevan dengan zaman, terangnya.
Kesehatan Nasional yang Komprehensif

Berbicara mengenai kesehatan nasional, Prof Djoko dalam pemaparannya menekankan penerapan sistem yang komprehensif. Ia mengatakan, pentingnya melibatkan semua elemen demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. 淚tu sebabnya kita harus komprehensif, tidak hanya satu elemen, tapi semua elemen kita libatkan. Menjunjung tinggi etika, regulasi, dan kerja sama, jelasnya.
Prof Djoko melanjutkan, sejatinya sistem kesehatan ini tidak hanya bersifat teknikal tapi harus komprehensif, yaitu dengan peningkatan pendidikan, penguatan ekonomi, dan strategi yang tercukupi. 淪istem kesehatan tidak hanya teknikal saja, harus komprehensif. Strategi yang tercukupi, pendidikannya harus kuat, ekonominya juga harus kuat, imbuhnya.
Penerapan Komitmen pada Diri
Dalam pemaparannya, Prof Djoko juga menekankan pentingnya menerapkan komitmen pada dengan cara memberdayakan diri sendiri sebagai unit terkecil sebagai upaya peningkatan pembangunan kesehatan nasional yang lebih optimal. 淢aka dari itu, mulai dari diri sendiri, berdayakan diri kita sendiri, itu yang paling aman. Mulai dari diri kita pembangunan akan berjalan dengan optimal, ujar Ketua Senat Akademik UNAIR itu.
Menurutnya, seseorang harus mampu menjadi dirigen bagi dirinya sendiri agar tercipta suatu keseimbangan. Ia menegaskan bahwa menjaga pola hidup itu mudah yaitu dengan menjaga pola makan, istirahat cukup, dan olahraga teratur. 淪eseorang harus mampu mendirigen dirinya sendiri. Menjaga pola hidup itu mudah. Jaga pola makan, istirahat yang cukup, dan selalu olahraga dengan teratur, ungkapnya.
Pada akhir, Prof Djoko mengatakan bahwa dengan pola hidup yang seimbang dan menjaga mental dengan baik dapat meningkatkan angka harapan hidup. 淢eningkatkan pola hidup seimbang dan menjaga kesehatan mental dapat meningkatkan angka harapan hidup yang lebih tinggi, pungkasnya.
Penulis: Mohammad Adif Albarado
Editor: Yulia Rohmawati





