UNAIR NEWS Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 51, menggelar kuliah tamu bertajuk Peran Media dalam Hubungan Diplomasi Budaya Indonesia dan India pada Kamis (17/10/2025). Kegiatan ini menghadirkan Sachin Gopalan, CEO India News Desk Jakarta, sebagai pembicara utama, serta Edy Budi Santoso, dosen Ilmu Sejarah UNAIR, sebagai moderator.
Kuliah tamu ini bertujuan memperluas pemahaman mahasiswa mengenai dinamika diplomasi budaya antara Indonesia dan India, khususnya melalui peran strategis media dalam mempererat hubungan antarbangsa.
Media Sebagai Sarana Diplomasi
Dalam paparan Sachin, media memegang peran penting dalam diplomasi budaya. Selain menjadi sarana informasi, media dapat mendorong kolaborasi kreatif melalui film, musik, dan platform digital.
Kita bisa membawa film-film sukses dari Indonesia atau India ke bioskop, atau melalui platform digital. Dengan teknologi seperti AI dan subtitle otomatis, masyarakat kedua negara bisa menikmati karya seni tanpa harus hadir secara fisik. jelas Sachin.
Selain itu, media juga dapat mempromosikan nilai strategis bersama, seperti demokrasi, budaya, dan isu-isu global termasuk perubahan iklim. Laporan jurnalisme kolaboratif dan platform multimedia lintas negara dianggap sebagai langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi budaya kedua bangsa.
Kerja Sama Pendidikan Lintas Negara
Selain itu, dalam konteks pendidikan, kerja sama antara universitas dan sekolah di Indonesia dan India mulai diperluas. Selama ini, pelajar Indonesia lebih banyak memilih negara seperti Amerika Serikat, Australia, atau Belanda untuk studi luar negeri. Kini, India menjadi alternatif menjanjikan, dengan biaya lebih terjangkau dan peluang akademik yang luas.
Sachin juga mengungkapkan bahwa Pemerintah India tengah mendorong kerja sama pendidikan yang lebih erat dengan Indonesia. Salah satunya melalui rencana pendirian universitas baru yang dapat menampung mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia. Menurutnya, India kini mulai menjadi alternatif tujuan studi luar negeri yang lebih ekonomis dan berkualitas tinggi.
Saya pikir sekarang mahasiswa bisa melihat India sebagai opsi bagus. Universitas-universitas di sana sudah mulai datang ke Indonesia, bukan hanya untuk mencari mahasiswa, tapi juga membuka peluang kolaborasi. ujar Sachin.
Diskusi ini juga menyoroti keunikan kedua negara dalam hal keanekaragaman budaya. Indonesia dan India sama-sama memiliki ratusan bahkan ribuan bahasa daerah, adat istiadat, kuliner, dan ritual pernikahan.
Edy Budi Santoso menambahkan bahwa hubungan budaya Indonesia dan India memiliki akar sejarah yang panjang. Ia mencontohkan kemiripan simbolik antara beberapa candi di Indonesia dengan situs-situs suci di India, sebagai bukti pertukaran budaya yang telah berlangsung sejak masa kuno.
Kalau di Eropa dikenal dengan Silk Road, di Asia kita punya jejak perdagangan dan kebudayaan yang kaya antara India dan Nusantara. Banyak artefak dan peninggalan sejarah yang menunjukkan hubungan erat itu, papar Edy.
Kuliah tamu ini menegaskan bahwa diplomasi budaya tidak hanya dijalankan oleh pemerintah, tetapi juga oleh media, pelaku seni, dan platform digital. Kolaborasi kreatif, pemanfaatan teknologi, dan pendidikan lintas negara menjadi kunci untuk mempererat hubungan Indonesia dan India di masa depan.
Penulis : Saffana Raisa Rahmania
Editor : Ragil Kukuh Imanto





