51动漫

51动漫 Official Website

Sinergi Mahasiswa dan Alumni UNAIR Dorong Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Tumbuhan Lokal

Pradana Setyawan dan Aidatul Fitriyah, perwakilan tim UNAIR sabet best paper pada ajang riset internasional (Foto: Istimewa)
Pradana Setyawan dan Aidatul Fitriyah, perwakilan tim UNAIR sabet best paper pada ajang riset internasional (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Prestasi membanggakan kembali datang dari tim perwakilan 51动漫 (UNAIR). Melalui Muhammad Pradana Setyawan, mahasiswa (FV) bersama Aidatul Fitriyah, alumnus FIB, berhasil meraih penghargaan Best Research Article dalam ajang International Paper Competition Indonesian Journal of Rural and Regional Innovation Studies. Kompetisi itu terselenggara oleh Pusat Pengembangan Desa dan Daerah LPPM Universitas Negeri Surabaya pada (29/10/2025). 

Ajang berskala internasional tersebut menghadirkan peserta dari berbagai universitas ternama dunia seperti Monash University, INTI Malaysia, dan University of Rome. Dalam kompetisi itu, mereka menonjolkan riset inovatif yang memadukan keilmuan sosial-humaniora dan farmasi. Khususnya, pada pemberdayaan ekonomi komunitas lokal melalui pemanfaatan tumbuhan Macaranga sebagai bahan baku farmasi.

Upaya Penguatan Ekonomi Lokal

Afriya menjelaskan, ide penelitian timnya itu berawal dari keprihatinan terhadap potensi besar keanekaragaman hayati Indonesia yang belum terkelola maksimal. Lebih lanjut, menurutnya, kebutuhan masyarakat pedesaan perlu dihubungkan dengan model ekonomi yang berkelanjutan.

淜ami ingin menunjukkan bahwa eksplorasi Macaranga bukan hanya bermanfaat di bidang kesehatan, tetapi juga bisa menjadi strategi penguatan ekonomi lokal berbasis sumber daya alam, ujarnya.

Keunggulan riset mereka juga terletak pada pendekatan lintas disiplin yang jarang dijumpai. Jika umumnya penelitian tanaman obat berhenti pada tahap laboratorium, tim justru memperluas gagasan hingga tahap implementatif dengan membangun model pemberdayaan komunitas.

淜ami merancang bagaimana masyarakat dapat terlibat dalam budidaya, pengolahan, dan distribusi hasil Macaranga secara berkelanjutan. Jadi, mereka tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga subjek utama dalam rantai nilai, tambah Afriya.

Wujudkan Riset Berdampak

Meski demikian, kolaborasi lintas disiplin itu juga tidak lepas dari tantangan. Afriya yang berlatar belakang riset sosial-humaniora dan Pradana yang berfokus pada biofarmasi sempat memerlukan waktu untuk menyatukan pendekatan. Namun, melalui komunikasi terbuka dan pembagian peran yang jelas, keduanya berhasil menciptakan harmoni kerja.

淧erbedaan sudut pandang justru menjadi kekuatan kami. Saya dapat mendalami potensi farmasi Macaranga, sementara Kak Afriya menyusun kerangka sosial-ekonomi dan pemberdayaan untuk masyarakat, terang Pradana.

Bagi keduanya, capaian ini bukan sekadar penghargaan, melainkan merupakan pijakan awal menuju riset yang lebih berdampak. Mereka bertekad untuk memperluas kolaborasi dengan lembaga riset maupun komunitas lokal agar hasil penelitian dapat diimplementasikan secara nyata.

淩iset ini adalah bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin bisa melahirkan inovasi yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat. Bagi kami, kemenangan ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan riset yang lebih serius dan berkelanjutan, ungkap Pradana.

Ke depan, tim berharap riset mereka dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendorong hilirisasi industri herbal nasional serta memperkuat visi Indonesia sebagai pusat industri obat herbal dunia.

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT