51动漫

51动漫 Official Website

Kupas Sitasi UNAIR, Dorong Dosen Tingkatkan Visibilitas Publikasi

Suasana kegiatan Kupas Sitasi edisi April yang diikuti dosen UNAIR pemilik ID Scopus. Kegiatan berlangsung secara luring terbatas di LIPJPHKI. (Foto: Penulis)
Suasana kegiatan Kupas Sitasi edisi April yang diikuti dosen UNAIR pemilik ID Scopus. Kegiatan berlangsung secara luring terbatas di LIPJPHKI. (Foto: Penulis)

UNAIR NEWS – Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan dan Hak Kekayaan Intelektual () 51动漫 kembali menggelar Kupas Sitasi edisi April pada Selasa (29/4/2025). Kegiatan ini berlangsung secara luring terbatas di Ruang Rapat Lt.2 LIPJPHKI Kampus MERR-C UNAIR, dengan peserta terbatas hanya untuk 20 dosen dan mahasiswa UNAIR yang telah memiliki ID Scopus aktif.

Kegiatan ini bertujuan mendampingi civitas akademika UNAIR dalam meningkatkan kualitas dan keterbacaan publikasi ilmiah. Dalam sambutannya, Ketua LIPJPHKI UNAIR Prof Hery Purnobasuki MSi PhD menyampaikan bahwa kegiatan ini penting sebagai upaya meningkatkan kinerja sitasi dan reputasi publikasi UNAIR.

淜ita ingin agar publikasi yang dilakukan oleh Bapak-Ibu dosen maupun mahasiswa tidak hanya terbit, tetapi juga terbaca dan digunakan dalam pembuatan kebijakan atau riset lanjutan. Itu semua perlu usaha, terutama dalam diseminasi. Promosi karya ilmiah tidak boleh dianggap remeh. Bahkan hal sederhana, seperti membagikan paper ke kolega lewat email atau media sosial bisa berdampak pada meningkatnya visibilitas dan sitasi.

Pemateri utama, Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD menyoroti berbagai strategi teknis dan analitis untuk meningkatkan dampak publikasi. Dalam paparannya, Prof Teriapendi menjelaskan pentingnya memahami metrik publikasi, mulai dari H-Index, 10-Index, hingga Field-Weighted Citation Impact (FWCI).

淜alau ingin meningkatkan H-Index dari 9 ke 15, maka minimal Bapak-Ibu harus memiliki 15 dokumen yang masing-masing sudah dikutip sebanyak 15 kali. Itu bisa dirancang sejak awal dengan memilih jurnal yang tepat dan membangun jejaring sitasi yang relevan, jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya benchmarking antar penulis atau institusi, serta memanfaatkan platform seperti Sekolah UNAIR untuk melacak sejauh mana sebuah karya telah dikutip dan dimanfaatkan dalam kebijakan publik. 淪itasi itu bukan hanya angka. Ia bisa jadi tolok ukur kebermanfaatan dan daya jangkau riset kita di masyarakat luas, termasuk pengambil kebijakan dunia, tuturnya.

Kupas Sitasi menjadi agenda rutin LIPJPHKI untuk mendorong budaya literasi akademik di UNAIR. Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan iklim akademik yang produktif dan berdampak secara global. Dengan visibilitas yang terus meningkat, UNAIR menargetkan lebih banyak publikasi dosen dan mahasiswa masuk dalam indeks bereputasi tinggi.

Penulis : Samudra Luhur
Editor : Edwin Fatahuddin

AKSES CEPAT