51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

UNAIR Adakan Pelatihan, Perkuat Kompetensi Writing dan Editor Profesional

Ketua LIPJPHKI Prof Drs Hery Purnobasuki MSi PhD membuka kegiatan Unair Writing Masterclass & Sertifikasi Penulis dan Editor Profesional di Ruang Dewa Ruci, Kampus C UNAIR, Senin (28/4/2025). (Foto: Penulis)
Ketua LIPJPHKI Prof Drs Hery Purnobasuki MSi PhD membuka kegiatan Unair Writing Masterclass & Sertifikasi Penulis dan Editor Profesional di Ruang Dewa Ruci, Kampus C UNAIR, Senin (28/4/2025). (Foto: Penulis)

UNAIR NEWS – 51¶¯Âþ (UNAIR) melalui Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan Hak Kekayaan Intelektualmenggelar Unair Writing Masterclass & Sertifikasi Penulis dan Editor Profesional. Acara berlangsung di Ruang Dewa Ruci, Kampus MERR C UNAIR, pada hari Senin-Selasa (28“30/04/2025). Mengangkat tema Certified Writers and Editors: How to Build a Work of Lasting Impact, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dosen dalam bidang penulisan, penyuntingan, dan penerbitan karya ilmiah.

Ketua LIPJPHKI, Prof Drs Hery Purnobasuki MSi PhD membuka acara ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya membangun budaya menulis di kalangan akademisi. “Menulis itu bukan sekadar syarat administrasi. Buku adalah warisan ilmu yang akan terus hidup, bahkan ketika kita tidak lagi di sini,” ujarnya‹.

Prof Hery juga menekankan, kemampuan menulis akan memperkuat reputasi pribadi dan institusi. “Lewat karya tulis, nama kita dan nama universitas akan lebih dikenal. Ini investasi akademik jangka panjang,” tambahnya‹.

Peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat profesi nasional berlisensi BNSP, serta sertifikat pelatihan dan materi bimbingan teknis. “Melalui sertifikasi ini, dosen UNAIR tidak hanya memperkuat keahlian pribadi, tetapi juga memperbesar kontribusi akademik institusi di tingkat nasional,” ujarnya‹.

Sesi masterclass menghadirkan Muhammad Ali Soehendra SIKom MHum, editor senior dan inisiator Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang penerbitan. Fadly menekankan pentingnya peran penerbit sebagai penjaga kualitas naskah. “Penerbit itu sejatinya gatekeeper, bukan sekadar tukang stempel ISBN. Kurasi dan proses editorial menjadi kunci menjaga kualitas,” katanya‹.

Fadly juga menyoroti minimnya kesadaran pentingnya proses editorial di Indonesia. “Banyak buku ilmiah hanya terbit untuk memenuhi syarat administrasi, tanpa proses kurasi yang layak. Ini merugikan reputasi ilmiah nasional,” jelasnya‹.

Ia membagikan pengalamannya membangun LIPI Press hingga bertransformasi menjadi penerbit profesional di lingkungan BRIN. Ia juga menginisiasi pembentukan jabatan fungsional penata penerbitan di lingkungan ASN.

Selain mengikuti masterclass, peserta juga mengikuti uji sertifikasi profesi. Skema yang LIPJPHKI tawarkan meliputi penulis buku ajar, penulis buku ilmiah populer, penyunting substantif, dan editor artikel ilmiah. Asesmen dilakukan melalui portofolio karya dan uji kompetensi oleh LSP Penerbitan dan LSP Penulis dan Editor Profesional (PEP). Program ini menjadi bagian dari strategi UNAIR dalam meningkatkan mutu SDM akademik sekaligus mendorong budaya publikasi yang lebih profesional.

Penulis: Samudra Luhur 

Editor : Edwin Fatahuddin

AKSES CEPAT