UNAIR NEWS Menekuni ilmu keperawatan sedari muda menjadi jalan yang dipilih Dr. Kusnanto, S.Kep., M.Kes. Laki-laki kelahiran Mojokerto, 29 Agustus 1968 tersebut mengatakan bahwa sebelum menempuh program sarjana keperawatan di Universitas Padjajaran Bandung, ia lebih dulu mendalami ilmu keperawatan di Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) setara SLTA dan kemudian ia juga mendalami ilmu keperawatannya di Akademi Keperawatan. Dari latar belakang pendidikan seperti itulah, Kusnanto pun mahir dalam bidang fundamental of nursing dan medical surgical nursing.
淯ntuk lebih mematangkan keilmuan yang sudah saya tekuni, saya juga melanjutkan master dan doktoralnya di bidang keperawatan di UNAIR, terangnya.
Untuk memanfaatkan ilmu yang ditekuni, Kusnanto yang kini menjabat sebagai Wakil Dekan I Fakultas Keperawatan UNAIR, aktif dalam asosiasi keperawatan, seperti Indonesian Nursing National Association dan The Association of Indonesian Nursing Education. Selain itu, beberapa karya ilmiahnya pun juga telah dipublikasikan, tercatat beberapa jurnal yang terpublikasikan antara lain Self care management model-holistic psicospiritual care Development toward the independence and blood sugar level and HbA1C of type 2 diabetes mellitus patients, di tahun 2012. Tidak hanya itu, Kusnanto juga turut berperan aktif dalam berbagai pengabian masyarakat.
淒alam pengabdian masyarakat, pada tahun 2012, saya memberikan pelatihan manajemen stress melalui penerapan metode progressive muscle relaxation pada kelompok paguyuban penderita diabet di wilayah kerja puskesmas Kebonsari Surabaya, imbuhnya.
Dari berbagai karya dan ketekunannya dalam mengembangkan dan mengabdikan keilmuan Fundamental of Nursing, Medical Surgical Nursing, Tak ayal, kalau Kusnanto mendapatkan berbagai penghargaan, seperti Piagam penghargaan Dirjen Dikti, tahun 2006. Piagam Penghargaan Ketua PMI Propinsi Jawa Timur, tahun 2014 dan Piagam Penghargaan Walikota Surabaya, tahun 2014. Kusnanto juga menuliskan buku Pengantar Profesi dan Praktik keperawatan profesional yang terbit tahun 2004. Dintanya mengenai alasan menekuni keperawatan dasar, Kusnanto menjelaskan bahwa itu sudah bagian dari pendidikan yang diambil sejak masih muda.
淜alau saya mengambil keperawatan dasar, karena itu yang mendasari ilmu keperwatan. Saya dilahirkan jadi perawat sejak SPK, Akademi Keperawatan, Sarjana Keperawatan, hingga doktor, itulah yang mendasari saya mengambil fokus keperawatan dasar, pungkasnya. (*)
Penulis: Nuri Hermawan
Editor : Faridah Hari





