51动漫

51动漫 Official Website

Laporan Kasus Multi-Keganasan Kanker Payudara dan Limfoma Non-Hodkin yang Terjadi secara Bersamaan serta Pendekatan Terapi

Kasus keganasan atau kanker cenderung meningkat sesuai dengan perkembangan zaman serta perubahan gaya hidup masyarakat dunia. Keganasan atau kanker disebabkan oleh pertumbuhan sel tubuh yang tidak terkontrol dan dapat terjadi di hampir setiap jenis sel pada tubuh manusia yang akhirnya menimbulkan berbagai jenis kanker. Perjalanan penyakit kanker selanjutnya menyebabkan kerusakan jaringan, dan dapat menyebar ke seluruh tubuh serta akhirnya dapat menyebabkan kematian. Keganasan utama atau tumor utama disebut dengan tumor primer dan penyebaran atau metastasis kanker disebut tumor sekunder. Pada seorang pasien kanker terdapat kemungkinan terjadinya lebih dari 1 jenis kanker atau tumor primer dari jenis jaringan yang berbeda atau multi-keganasan. Secara umum kanker sudah memberikan beban penyakit yang cukup signifikan pada tubuh. Dua jenis kanker pada suatu waktu akan memperberat beban tubuh karena penyakit dan meningkatkan risiko motalitas, morbiditas, serta kualitas hidup pasien. Penanganan pasien dengan multi-keganasan juga memerlukan keahlian khusus dan tantangan bagi para dokter.

Seiring dengan semakin meningkatnya prevalensi penyakit kanker secara umum, prevalensi angka pasien multi-keganasan juga meningkat. Pasien laki-laki dan lansia cenderung mendominasi pasien multi-keganasan. Kejadian multi-keganasan relatif sering terjadi pada pasien kanker payudara  (15.6%) dan kanker paru-paru (22.9%). Jarang dijumpai multi-keganasan pada limfoma non Hodgkin, serta hingga saat ini belum terdapat guideline khusus yang membahas tatalaksana kasus ini.

Tim peneliti Divisi Hematologi-Onkologi Medik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya bersama Dokter Alvi Chomariyati dengan bimbingan Dokter Merlyna Savitri Sp.PD-KHOM melaporkan temuan kasus multi-keganasan kanker payudara kanan dan Limfoma-Non Hodkin di Indonesia serta pendekatan tatalaksana yang dilaksanakan. Kasus ini ditemukan pada pasien perempuan berusia 72 tahun yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia.

Pasien datang dengan keluhan benjolan pada bagian bawah mata kiri yang semakin membesar dan tidak nyeri sejak bulan Januari 2019. Pasien juga memiliki riwayat di diagnosis dengan kanker payudara kanan pada Juni 2018. Telah dilakukan operasi mastektomi untuk mengangkat jaringan tumor primer payudara kanan dan pasien belum pernah menerima kemoterapi sebelumnya. Keluhan benjolan pada bawah mata kiri dirasakan 6 bulan setelah terasanya benjolan pada payudara kanan.  

Berdasarkan hasil pemeriksaan histopatologi jaringan tumor payudara kanan pasien termasuk jenis kanker payudara subtype Luminal-A stadium IIA . Sedangkan hasil histopatologi benjolan di bawah mata kiri menunjukkan Limfoma Non Hodgkin tipe sel B dengan stadium IAE.

Tim medis selanjutnya berdiskusi untuk melakukan rencana pengobatan yang paling cocok dengan kondisi pasien berdasarkan bukti ilmiah yang ada di lapangan. Pasien diberikan kemoterapi R-CHOP yang diikuti dengan terapi hormonal setelah 6 siklus kemoterapi. Faktor penghambat yang terjadi terkait pandemi COVID-19 dan PPKM pasien follow up dan monitoring lanjutan yang tertunda. Tetapi setelah dilakukan pengobatan pasien mengalami respon pengobatan yang baik terkait benjolan yang terdapat pada bawah mata kiri dan payudara kanan serta menunjukkan performa dan juga fungsi aktivitas dengan baik. Komplikasi takut dan kronis terkait kemoterapi tidak terdokumentasi.  

Pada pasien dengan Limfoma non-Hodgkin dan juga kanker payudara dilakukan pendekatan terapi limfoma terlebih dahulu dengan pemberian kemoterapi CHOP, dan selanjutnya dilakukan terapi kanker payudara selanjutnya dalam kasus ini dengan pemberian terapi hormonal. Perlu dilakukan pemeriksaan rutin pada pasien dengan keganasan atau kanker karena dapat timbulnya kanker susulan yang baik berasal dari kanker primer ataupun jenis kanker dari jaringan lain.

Penulis: Prof. Dr. Ami Ashariati Prayoga, dr., Sp.PD-KHOM.

Laporan kasus ini dapat diakses pada jurnal Annals of Medicine and Surgery (Elsevier) pada alamat

AKSES CEPAT